Showing posts with label Food. Show all posts
Showing posts with label Food. Show all posts

September 3, 2021

Empat Protein

Saya baru 1 kali ke Tembilahan. Waktu itu ada study tour waktu SMA sekitar 11 tahun yang lalu. Setelah itu, ga pernah lagi. Karena emang jaraknya yang lumayan jauh, sekitar 7-8 jam pakai mobil. Kalau naik odong-odong mungkin bisa sekitar 3-4 hari tergantung genre musik.

Jadi beberapa hari lalu, tim kami diundang oleh pak Bupati Indragiri Hilir ke Tembilahan sebagai tim hore-hore ahli penyusunan dokumen. 

Oiya, Indragiri Hilir ini adalah produsen kelapa terbesar di Indonesia yah. Identik dengan parit dan jembatannya. Cuma karena kesininya cuma 2 hari, jadi ga sempat kemana-mana buat dokumentasiin.

---

Nah dari perjalanan kemarin, malam hari setelah kami sampai di Tembilahan, kami diundang makan di rumah Bupati. Sebagai makhluk biasa dan minim kontribusi ke daerah, kan jarang-jarang bisa makan di rumah dinas pak Bupati gitu. Mikirnya cuma, "wah, perbaikan gizi to the max".

Simulasi makan tiap hari kalo jadi Bupati

Biasanya kalau ke kondangan gitu, biasanya proteinnya 1 atau 2. Ini kelas masyarakat standar ya, bukan kelas Raffi Ahmad ðŸ˜… Jadi menikmati 4 protein dalam 1 piring itu hal yang sangat istimiwir. Bayangin aja kapan kita makan nasi bungkus lauknya 4? Kan harganya jadi ngaco gitu. 

Oiya ini juga kondisinya juga karena ada tamu kali ya. Mungkin kalau hari-hari biasa, pak Bupati makannya telor ceplok juga kayak kita.

Ruang Makan

Buat yang makannya duduk depan kipas angin, sini yok kita tos dulu.

March 16, 2021

Snack Enack

Sebagai penikmat karbohidrat sejati, bersama dengan kebanyakan orang Sumatera, jarang sekali rasanya makan snack. Paling kalau nyemil itu wafer, stick roll, atau kerupuk. Gorengan sih yang paling sering. Siapa yang ga suka gorengan coba?

---

Tapi kali ini beda. Beberapa hari yang lalu, belanja kebutuhan bulanan di supermarket, sang pisang istri membeli snack yang mengubah sudut pandang seorang yang omnivora ini.

Snack Boncabe Makaroni Krispi Level 10
Snack BonCabe Makaroni Krispi

Perkenalkan, Snack Makaroni Krispi BonCabe Jumbo Pack Level 10. Menurut informasi dari sumber intelijen terpercaya, snack ini juga tersedia Level 15 buat yang doyan pedes. Menurut saya level 10 ini agak pedes, tapi enak kok. Tidak menyiksa sama sekali.

Makaroni ini teksturnya krispi, asinnya pas (mo ngarepin apa emang kalo ndak asin), dan yang paling sesuatu itu, porsinya gede! 1 snack ini saya dan istri habiskan dalam waktu 3 hari. Padahal makannya ga ada dihemat-hemat lho.

Setelah dipikir-pikir saya bingung mau review apa. Kayaknya kalau snack ini cuma rasa, tekstur dan kuantitas kan ya? Ga perlu unboxing lah ya karena didalamnya tidak ada kabel dan kartu garansi. Oiya, harganya seingat saya sekitar 8.000an. 

Berdasarkan rasa, harga, dan ukuran. I give this bloody snack rate 9/10.

Sengaja ga perfect buat jaga-jaga manatau ada snack enak lain.

---

Sejauh perjalanan hidup, akhirnya saya menemukan snack paporit. Finally.

March 13, 2021

Pedas atau Enak?

Mungkin sekitar 99,5%* populasi penduduk bumi suka makan makanan enak, sisa-nya terobsesi makan makanan yang aneh ðŸ˜…

Adakah 0,5% penduduk planet namec bumi itu membaca tulisan ini? 

---

Let's talk about those 0,5% people. Aneh ini menurut saya orang yang mencari kenikmatan makan dengan makan makanan aneh seperti makan kalelawar, ikan cupang atau buaya darat. Yha, you named it lah, ada banyak banget makanan aneh beredar di galaksi bimasakti ini. 

Makanan enak

Akhir-akhir ini, pendapat saya tentang makanan aneh itu meluas hingga orang yang doyan makan pedas. Ga ada yang salah emang dengan makanan pedas, la saya juga doyan banget nyambel. Tapi, yang ga habis pikir ada yang lebih mengutamakan pedas daripada enak. Nah itu yang menurut saya out of mind banget. 

Ketika makan makanan pedas tapi enak, it's sangat ok. Menambah nafsu makan emang. Lain hal kalau abis ditelpon debt collector ya, mana ada napsu makan itu mah. Tapi  ketika makan yang penting pedes mah, makan cabe rawit merah doang juga pedes gitu ga perlu dimasak.

Makanan pedas tapi enak

Saya pernah makan ayam penyet, sambelnya pedas banget. Tapi rasa-nya itu ga ada alias hambar. Cuma rasa tidak enaknya itu ditutupi dengan penggunaan cabe yang banyak. Dan menurut saya banyak sekali yang seperti ini. Spicy first, delicious later.

Ga heran, mengapa sekarang lebih banyak warung yang me-highlight pedasnya, daripada rasanya. 

Perlu diperhatikan juga, makanan pedas ada juga bahayanya, seperti maag, insomnia dan menguransi sensitifitas lidah. Lengkapnya bisa baca link berikut ya: Bahaya Konsumsi Makanan Pedas Bagi Tubuh.  

Sebaliknya, mengkonsumsi makanan enak, rasanya tidak ada efek samping selain menipisnya dompet karena biasanya cenderung lebih mahal daripada makanan pedas. Tidak berlaku untuk keturunan keluarga Cendana ya.

Oiya, buat yang doyan pedas, bisa cobain Carolina Reaper ini.

---

Menurut saya makanan enak itu emang debatable, karena lidah orang itu terbentuk dari kebiasaan, lokasi geografis, ketersediaan barang, dan tebal tipisnya dompet. Tapi saya pikir makanan tidak enak itu mutlak. Dan pedas-pun makanan tersebut tidak dapat menutupi rasanya.

Jadi pilih makanan enak atau pedas? Kalau saya sih makanan enak dan gratis ðŸ˜… 

* Berdasarkan pendekatan non-personal terhadap data-data tersier yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

March 2, 2021

50 Porsi

Jual makanan menurut saya industri yang lagi bagus-bagusnya. Apalagi dengan aplikasi ojek online seperti Gojek dan Grab, siapa saja jadi bisa punya usaha kuliner asal punya ktp

Udah lama saya dan istri, merencanakan untuk bikin usaha kuliner. Banyak aja hambatannya, mulai dari x factor, fear factor, hingga faktor persekutuan terbesar 😅

---

Dan pada suatu hari gajian setelah sekian lama, berniat untuk memberikan om tante makanan enak gitu. Karena jarang ngasi-ngasi makanan ke beliau padahal beliau baik kali lah. Makanan yang kita kasih adalah Nasi Bakar dengan Ayam Kremesan. Kalo bahasa master chep, Roasted Rice with Chicken Kremes 😅


Karena ybs tidak ada di rumah, jadi makanannya dititipkan ke ART (bukan Anggaran Rumah Tangga ya, plis). Sorenya dihubungi untuk datang ke rumah. Ternyata ngasi tawaran untuk bikin nasi kotak 50 porsi untuk dijadikan sedekah di mesjid. Beliau bilang nasi bakarnya endes cucok mambok unik dan jarang ada di Pekanbaru.

Dikasi waktu 3 hari untuk menyiapkannya. Langsung dengan gegap gempita, saya ambil tawarannya. Padahal istri masih ragu karena masak untuk 50 porsi itu cukup berat. Saya terima dengan alasan untuk jadi pengalaman. 

Oiya, pengalaman yang paling baik itu adalah pengalaman yang dibayar ya. Jangan pernah sia-siakan pengalaman ini. 

Lanjut dalam 3 hari itu kami memulai proses pembuatan nasi bakarnya

---

Hari pertama kami beli ayam, kotak, sendok plastik dan sebuah logo untuk nasi bakar. Pertimbangannya ayam perlu diungkep dan awet bisa masuk kulkas.

Hari kedua kami beli sayur mayur seperti daun melinjo, daun pisang (daun pisang ternyata mahal yo), selada, tomat, dan timun. Daun pisang udah kita proses untuk bungkusan nasi bakar, seledri diletakkan di mangkok isi air, dan bikin kremesan. Oiya sama masak nasi! Karena dirumah cuma ada rice cooker mainstream, masak untuk 50 porsi harus 3x trip masak nasi. Dan karena tidak ada termos, kami ngakalin nasinya pakai panci kukus

Hari ketiga, bangun pagi-pagi, potong-potong timun, potong tomat, bungkus nasi pakai daun pisang, bakar nasi, goreng ayam, dan packing-packing. Alhamdulillah semua lancar, terkendali


Bagi saya seorang IT Man hampir seumur hidup, membantu istri memasak 50 porsi, wah, lumayan jadi beban juga ya. Ternyata masak untuk 50 orang itu berbeda dengan proses looping dari 1 hingga 50 yang terjadi cuma dalam 1 detik dan semua output-nya exactly same

Berbeda dengan masak. Daun pisang sobek sikit, bisa buyar. Nasinya kurang pas, nanti bentuknya ga cakep. Ukuran ayam ada yang kecil, ada yang gede bisa ga muat dalam kotak. Wadooo..

Ini katering 50 porsi, bener-bener jadi pengalaman yang cukup berarti.

---

Yah, akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada sponsor acara ini. Mon maap kepada pengunjung blog ini karena udah saya bikin ngiler tanpa give away ya.

November 11, 2017

Makaru 01: Mie Ayam Mas Karyo

Dengan niat mulia dan penuh ketulusan serta ingin di-endorse, tahun ini, Andiebuytank, ingin mengepakkan sayap yang patah setelah sekian lama tidak terbang. Hari ini saya ingin re-make sesuatu yang lama di blog saya yaitu Makanan of the Week.

Makanan of the Week ini sudah ada di blog ini sejak 2009, dimulai dengan tidak adanya ide buat nulis blog dan ingin memberikan info-info makanan enak di Pekanbaru. Ya... Walaupun dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh homo sapiens pada umumnya. Tapi kan niatnya bagus kan yah?


Selain Makanan of the Week, dulu juga ada Aspal of The Week, Tukang Parkir of The Month dan Plat Mobil of The Month. Mungkin nantinya, award-award ini akan saya re-make dengan bentuk yang lebih elegan plus dengan bahasa yang lebih manusisawi.

Atas pertimbangan tertentu, Makanan of the Week, saya re-make menjadi: Makaru - Makanan Enak Pekanbaru. Perubahan ini tentunya dilengkapi dengan perubahan logo Makanan of the Week yang primitif seperti gambar diatas menjadi gambar berikut:


Filosopi: Ditengah maraknya tempat makan baru di Pekanbaru, yang namanya makanan murah, enak dengan porsi banyak pasti tidak akan terganti. Dengan kecintaan saya terhadap kearifan lokal yang tetap istikomah jualan jajanan enak dengan untung yang tidak banyak, saya rasa mereka berhak mendapat apresiasi yang lebih. Salah satu apresiasi yang saya lakukan: MAKARU.

---

Setiap weekend yang saya lalui beberapa bulan ini, selalu diawali dengan mie ayam yang sama dan ditempat duduk yang sama pula. Saya pecinta mie ayam, walaupun waktu kecil sempat trauma makan mie ayam yang aneh sehingga menyebabkan traumatik mendalam tidak mau makan mie ayam selama sekitar 10 tahun.


Tempat makan mie ayam favorit saya, Mie Ayam Mas Karyo. Jualan di Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru, sebelum simpang Kinibalu. Mie Ayam ini cuma buka dari pagi hingga siang. Jualannya cuma gerobak dengan tempat yang seadanya, tapi soal rasa, SUPER.

Tempatnya walaupun cuma seadanya, tapi tetap nyaman kok. Tempatnya tidak begitu ramai, tapi selalu ada aja yang berdatangan. Tidak ribut, yang jual juga tidak ngerokok plus jalanan Sisingamangaraja yang jarang ramai.

Harga mie ayam ini cuma 10rebu, tapi enak banget seperti mie ayam 20rebu. Sawinya ga pahit dan segar, porsinya buanyak, porsi ayam dan mie-nya tepat, lalu yang paling penting mie-nya olahan sendiri, bukan seperti tukang mie ayam kebanyakan. Oiya, kuahnya seger banget! Bukan seperti kuah kuning seperti kebanyakan mie ayam di Pekanbaru yang kadang bikin eneg gitu makannya.

Istri saya paling suka sama acar cabe ijo-nya. Katanya, potongan bawang bombay, bawang merah dan bawang putihnya aduhai sekali. Terus, makan mie ayam ini kalau saran saya jangan pakai saos dan kecap, karena rasanya sudah nikmat sekali. Ceker secara default tidak dikasih, tapi kalau minta bisa kok dikasih.


Menu makanan disini cuma ada Mie Ayam dan Mie Goreng Tek Tek. Tapi saya belum pernah coba mie gorengnya. Menu minumannya juga cuma ada air putih dan teh es. Uniknya, saya ga pernah pesan teh es disini, karena air putihnya seger. Jadi setelah makan mie ayam, paling enak minum air putih berasa luntur dosa-dosa makan mie ayamnya. Oh, heaven on earth banget dah!

Aksesoris yang ada disini tidak terlalu banyak dan kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak ada juga. Kadang-kadang ada keripik cabe, tapi besok bisa ada sate rendang kerang, besoknya lagi ada kerupuk pangsit, besoknya lagi ada peyek kacang. Harga aksesoris mulai dari seribu hingga dua ribu rupiah.

---

Dilihat dari sudut pandang lokasi, lokasi ini sangat strategis dekat dengan Mesjid Agung Annur Pekanbaru. Jadi kalau weekend, setelah joging di Annur atau CFD-an, bisa melipir ke Mie Ayam Mas Karyo ini. Pas weekday juga enak makan disini karena tempatnya yang dekat dengan wilayah perkantoran.

Kalau rasa, super nikmat dan cocok banget buat mengawali hari. Sepiring mie ayam, segelas air putih adalah menu paporit. Kadang saya suka menambahkan keripik cabe yang rasanya match banget sama mie ayam ini. Makannya juga nikmat, ga kepikir harga mahal yang menghantui setelah makan. Hahaha.

Dengan harga 10ribu per porsi, kita bisa dapat semangkok mie ayam tanpa sawi yang pahit, kuah yang segar, potongan ayam yang pas, tempat yang nyaman, acar cabe ijo yang segar dan nikmat, serta air putih yang segar. Maka, apa lagi yang kita butuhkan untuk sebuah mie ayam?

---

Mie Ayam Mas Karyo
Rate: 9,5 / 10
Lokasi : Jl. Sisingamangaraja (di depan dokter hewan, disamping kantor pertamina, sebelum simpang Kinibalu).

October 29, 2017

Weekend

Selamat Hari Blogger Nasional! Lebih tepatnya kemarin, tanggal 27 Oktober 2017. Sayanya sih ga ngerasa apa-apa, karena tidak ada logo Hari Blogger Nasional, tidak ada promosi cashback di marketplace ataupun berita di tipi nasional. Dari sekian banyak blogger yang saya follow, cuma Aul Howler yang posting tentang Hari Blogger Nasional walaupun telat. Hahaha.  Ya mungkin karena emang cuma sedikit yang jadi blogger kali ya? Atau no one cares?

Selamat hari Sumpah Pemuda juga! Walaupun telat juga.

---

Sejak tahun 2015, awal-awal kerja dulu, saya lupa apa itu definisi weekend dan hari libur. Karena tiap hari saya ke kantor bahkan sabtu-minggu dan selalu pulang paling cepat jam 10 malam. Kadang tanggal merah gitu saya masih skeptis akan adanya hari libur bagi saya. Jadi kadang susah mau janji sama temen atau keluarga ketika weekend atau hari libur, bawaannya ga enak batal melulu karena saya masuk kantor.

Tapi itu dulu, setelah beberapa kali ganti pimpinan, akhirnya sekarang saya ketiban rejeki dapat pimpinan yang pandai me-manage waktu, punya rasa capek dan sayang keluarga.

Tapi bukan berarti pimpinan sebelumnya ga pandai me-manage waktu ya, maksudnya itu mm, mm... Maksudnya itu emang kondisi saat itu emang banyak kerjaan aja...... *kabur ke Deli Serdang*

*semoga ga dibaca bos*

---

Beberapa bulan ini, weekend itu akhirnya beneran weekend. Ketika saya sudah mulai ingat kembali definisi hari libur itu apa. Menikmati pagi yang cerah tanpa mikirin kerjaan, males-malesan dan tidur. Sebenarnya ga males-malesan juga sih, tapi lebih menikmati hidup sebagai warga yang baik untuk sekitar, atau minimal jadi suami yang baik untuk istri yang cantik *tsah*.

Weekend saya itu biasanya dimulai dengan semangkok besar mie ayam enak yang murah langganan saya. Setelah itu, good mood menyertai saya disertai kelancaran urusan dunia. Nantinya akan saya posting khusus tentang mie ayam yang enak (banget), murah, agak sehat tapi sepi publikasi.

Pokus oi.

Abaikan beberapa paragraf diatas. Intinya setelah makan mie ayam, nemenin istri ke pasar, pulang, ngadem di kamar dan tidur sejenak. Biasanya kalo rajin tiap weekend, saya menjemur plus membersihkan kulit-kulitan.


Pekanbaru yang berlokasi tepat di garis khatulistiwa ini sangat menguntungkan bagi yang suka jemur-jemur kulit. Langsung mateng! Jadi adat jemur kulit ini berfungsi untuk mempercepat perubahan warna (tanning) dan membuat kulit yang bau apek karena keringat atau cipratan air bisa kering kembali dan tidak bau. Tapi jangan terlalu lama karna nantinya bisa jadi kerupuk jangek / kulit.

Setelah rutinitas jemur kulit, biasanya dilanjutkan dengan mengoles kulit-kulitan pakai body lotion biar kerajinan kulit bernutrisi dan sehat. Perawatannya sama persis lah seperti kulit kita, tapi ga perlu disuntik vitamin c juga.

Catatan: kulit imitasi ga perlu dirawat-rawat beginian ya.


Setelah itu, biasanya rutinas weekend ini ditutup dengan cemilan nikmat karena sebelumnya udah nemenin istri ke pasar dan syafaat mie ayam tadi. Cemilan favorit yang ga akan pernah bisa saya tolak, bakwan! Bakwan ini beda dengan bakwan gorengan yang dipinggir jalan. Dibuat dengan kol dan wortel yang banyak, plus tekstur yang nikmat seperti gambar diatas. Dicocol pakai cuko, nikmatnyooo~

---

Intinya, libur itu penting dan perlu. Apalagi buat yang sudah berkeluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan berkehidupan sosial itu perlu untuk get a life. Kerja maksimal itu ga melulu tanpa istirahat lho. Tapi emang kalau udah tanggung jawab untuk ke kantor sabtu-minggu dan pulang malam, apa boleh buat.

Dulu sempat mikir, "Apa perlu sakit dulu ya buat istirahat dari kerjaan kantor?".

Terakhir, jangan lupa istirahat buat blogger-blogger yang doyan nulis ketika malam ketika sepi. *ditoyor*.

Sekian dari saya, terima bubur ayam pakai ati ampela.

October 19, 2017

Jajanan Jalanan

Saya tidak suka nongkrong di cafe. Biasanya ribut dengan suara musik yang bikin susah ngobrol, penuh dengan asap rokok atau vape dan dilengkapi dengan sepaket anak nongkrong yang ketawanya lebih keras dari toa mesjid.

I was once an anak cafe. Ketika SMA. Nongkrong, ngopi, dan wifi-an gratis sampai sore. Tapi tetap tidak pakai asap rokok, tidak bikin keributan, tidak bikin kerusuhan, apalagi sampai bakar pondasi mesjid seperti kasus di Aceh kemarin ini *emosi kebawa-bawa*.

Sekarang, saya sangat menyukai street food. Mau makan apapun, street food dulu jadi prioritas. Kalau tidak ada, baru cari street food lain *halah*.

---

Kebiasaan ini ditularkan dari istri saya yang lebih senior dibidang street food-an. Jadi kemana-mana kami selalu cari makanan street food. Apalagi istri saya baru 10 bulan di Pekanbaru, jadi masih suka cari-cari yang enak dan rasanya unik.


Kalau untuk makan malam, favorit saya yang pertama itu adalah Mie Rebus. Karena nasi goreng di Pekanbaru agak aneh, karena dimasak sekaligus dalam porsi banyak (mungkin sekitar 40-50 porsi) dan diletak didalam termos. Jadi kalau kita pesan ga fresh from the frying pan. Jadi kalau mau yang panas, pilihannya ya mie goreng atau mie rebus.

Harganya mie rebus ini sekitar 10 - 13 ribuan, lebih murah dari harga di cafe, tapi rasanya lebih enak yang jelas. Ntah karena banyak micin atau emang chef-nya jago *ditoyor*. Nah ini namanya perhitungan.


Setelah makan mie rebus, pasti kurang lengkap tanpa dessert. Walaupun air putih hangat is the best dessert yah, tapi kurang lengkap tanpa dilengkapi dengan yang manis-manis sebagai pelengkap dosa. Biasanya saya cari pisang goreng crispy cokelat keju madu (panjang amat menunya), atau dengan es krim pokat kocok yang lagi nge-hits di Pekanbaru akhir-akhir ini. Atau simpel dengan minum jus.

Setelah minum atau makan yang manis-manis, biasanya mulut terkunci dan tidak mau nambah mie rebus lagi *halah*.


Jadi street food ini ga melulu ketika malam hari, tapi untuk siang hari juga lho. Walaupun kadang saya lebih suka nasi bungkus padang yang penuh dengan kuah cincang itu di siang hari. Kalau siang, memang pilihan street food ini lebih sedikit dibanding malam hari. Tapi biasasnya kalau siang hari, saya pilih makan batagor dengan es tebu sebagai temannya.

Jadi uniknya, ketika di Lampung, istri ga suka es tebu karena rasanya seperti jus rumput. Ketika di Pekanbaru, ketika duet dengan Batagor, jadi doyan es tebu dan tidak ada komentar jus rumput.

---

Emang street food ini bukan makanan tiap orang. Ada orang yang suka makan di cafe, tempat dan suasana nyaman, makanan enak dan harga agak mahal. Saya lebih prefer kesini ketika membawa keluarga besar atau ada event-event tertentu seperti baru gajian. Ga mungkin juga bawa keluarga besar makan di pinggir jalan yang ribut dengan kendaraan.

Tapi kalau untuk makan dengan istri, saya lebih prefer street food dengan segala kelemahan dan kelebihannya. Makanannya enak, harganya murah, lihat suasana jalan, hirup-hirup debu dikit, free air putih anget dan suasana yang berbaur bersama rakyat *halah*.

Walaupun saya tetap prefer makan di cafe, tapi saya tetap tidak prefer tempat makan yang ribut dengan suara musik dan penuh asap rokok. DIE!

Sekian dari saya, terima mie rebus cabenya dikit.

September 12, 2017

Es Mambo

Hal yang paling membahagiakan saat SD saya adalah, saat istirahat beli Es Mambo di kantin. Harganya dulu Rp. 50 sen. Rasanya macem-macem. Ada rasa stroberi, kopi atau kacang hitam. Belinya dulu ga pakai mikir itu pakai air mateng atau air mentah. Who cares?

---

Akhir-akhir ini, saya kecanduan makan/minum es mambo. Harganya Rp. 1.500. Saya beli di pinggir jalan. Jualannya pakai mobil.


Jadi jualan-jualan yang lagi nge-hits di Pekanbaru itu, jualan pakai mobil. Saya sebut ini Pedagang Kaki Empat. Kalau dulu modal beli gerobak sekitar 5-7 Juta Rupiah, kalau sekarang 5-7 Juta Rupiah untuk DP mobil bekas *abaikan*.

Saya SD itu sekitar tahun 2000 awal, es yang dulu harganya 50 sekarang jadi 1.500. Terjadi kenaikan harga 30 kali lipat. Dari analisis saya, peningkatan harga ini bermula dengan meningkatnya harga BBM dan biaya impor kulkas yang terus meningkat *abaikan*.

Maap, maap atas 2 paragraf diatas.

Es mambo sekarang itu enak banget. Dicampur tepung meizena, jadi rapuh banget di mulut. Beda sama es jaman dulu, yg dimakan es dengan tingkat kekerasan setara batu berlian. Terus rasanya lebih beragam, ada alpukat, kacang hijau, buah naga, jagung, mangga, nenas campur apel dan lainnya. Jadi masih ada perasaan kalau es mambo ini sehat.

Untuk kemasan, es mambo jaman dulu dan jaman kekinian masih sama menggunakan plastik.

Jadi, analisis yang saya buat pada 3 paragraf sebelumnya, terjadi peningkatan harga 30 kali lipat terdapat khilaf. Hal ini dikarenakan es mambo 50 sen jaman dulu, tidak dibuat dengan buah dan tepung maizena. Kalau es mambo kekinian ini di-throwback ke masa lalu, bisa jadi harganya 300. Jadi peningkatannya sekitar 5 kali lipat.

Es mambo ini adalah dessert terbaik saya saat ini. Harganya murah (yang paling penting), ada khasiat buah-buahnya walaupun ga tau masih ada nutrisinya atau tidak, enak, menjaga kearifan lokal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Akhir kata, belilah es mambo terdekat di kota anda.

Sekian dari saya, terima jasa buat aplikasi tanpa tipu-tipu.

*edisi promosi*

August 20, 2017

Makes

Weekend itu menyenangkan*.

---

Makes. Pasti banyak hal-hal aneh yang terlintas ketika membacanya. Kata kerja bahasa inggris untuk kata ganti orang pertama tunggal, Makes Polri, ataupun makes ah jelasinnya. (Males oi).

Makes. Makanan Kesukaan

Atau Mafa (Makanan Favorit) dalam padanan bahasa di daerah lain.

---

Pernah kan ya, mengalami masa-masa kejayaan isi kertas binder warna-warni? Yang nantinya digunakan untuk menulis biodata teman 1 kelas (biasanya waktu SD/SMP) terus diserahin ke marketing untuk pengajuan kartu kredit. Isinya biasanya nama, panggilan, TTL, motto, makanan kesukaan (makes) dan lain halnya.

Ikhtisar paragraf diatas adalah, makes.

Sejak menikah, selera makan saya berubah kira-kira 130 derajat kearah timur laut. Arah timur laut merujuk pada taste makanan saya yang ternyata suka yang ke-Chinese-an dan ke-Indonesia-Timur-an. Derajat sudut merujuk pada makanan yang dulu rasanya ga suka, sekarang malah suka banget dan sebaliknya.

Sebagai contoh dulu saya suka banget sama tahu. Everything about tahu, mau tahu goreng tepung, tahu goreng aja, tahu bakar, kembang tahu, tahu isi, tahu kecap, tahu apa aja. Sekarang? Biasa aja.

Dulu saya juga sangat amat biasa aja sama tempe. Tapi sekarang? Saya tergila-gila dengan olahan tempe istri saya. Sambel tempe lah, tempe goreng tepung, sambel kering tempe, tempe apa aja.

Jadi, selama 24 tahun saya hidup, saya baru tau yang membuat makanan itu enak bukan bahannya, tapi olahannya. *ditimpuk tempe segoni*

---

Ok, sebernarnya paragraf-paragraf diatas belum masuk ke inti cerita kita hari ini *ditampar*. Jadi setelah lidah saya dewasa dalam mengecap makanan, walaupun semua makanan buatan istri enak, ada beberapa menu yang tidak hanya jadi favorit saya, tapi juga jadi apa yaa... I can't say a word. Jadi ibaratnya, dari range nilai 1-10, menu-menu dibawah ini beyond the reach. Tsah.

Yang pertama, Sambel Tempe.


Ini menu saya makan pertama kali di awal tahun 2017 ini. Kalau kata istri saya, makanan orang jawa. Tapi, ini enak banget bagi saya yang lidahnya ke-sumatera-an ini! Saya rela nukar rendang dengan menu ini. Tasty, enak, pedes dikit, ada manisnya juga, seger, terus oily-nya itu bercampur nasi bikin selera makan naik sekitar 219 % dengan hitung-hitungan persamaan linear dengan nilai x + 7y = 45 dan 2x + 3y = 24. *jangan cari jawabannya, plis*

Ya intinya, saya yang ga suka tempe (pada awalnya), jadi suka banget dengan tempe (pada akhirnya). Jujur saya bisa makan ini tiap hari kalau ga mikir asam urat.

Menu makes kedua adalah, Nasi Goreng Kampung.


Sebelumnya nasi goreng kampung bagi saya ya biasa aja. Tapi, setelah kenal nasi goreng kampung buatan istri, alamak....... I CAN EAT THIS ALL DAY EVERYDAY. Uenak banget. Pedes, seger, enak, rasanya itu "kaya" kalau saya bilang mah.

Ya intinya, saya yang ga suka nasi goreng kampung (pada awalnya), jadi suka banget dengan nasi goreng kampung (pada akhirnya). Jujur saya bisa makan ini tiap hari kalau ga mikir perut buncit karena kebanyakan kalori dan kesedikitan olahraga.

Abaikan porsi nasi gorengnya ya.

---

Jadi itu, menu Beyond the Reach bagi saya. Menu yang luar biasa murah tapi bisa membolak-balikkan selera saya akan sesuatu. It's beyond my imagination

Alhamdulillah banget, istri hobinya masak (enak) dan sering nulis resep di Cookpad bahkan sampai berhenti ngeblog karena sukanya nulis resep di kukped. Buat yang suka masak, boleh lihat-lihat menu yang saya makan tiap hari di cookpad istri saya. Semua menunya mudah dibuat, enak (banget), sehat dan murah pula. Lengkap dari sarapan, makan siang, makan malam dan cemilan buat yang suka masak sendiri di rumah. Menu makes saya juga ada di cookpadnya lho, boleh dicobain sendiri.

Sekian, terima beras solok 10 kilo.

* kalau tidak disuruh ke kantor