![]() |
| Simulasi makan tiap hari kalo jadi Bupati |
![]() |
| Ruang Makan |
![]() |
| Simulasi makan tiap hari kalo jadi Bupati |
![]() |
| Ruang Makan |
Sebagai penikmat karbohidrat sejati, bersama dengan kebanyakan orang Sumatera, jarang sekali rasanya makan snack. Paling kalau nyemil itu wafer, stick roll, atau kerupuk. Gorengan sih yang paling sering. Siapa yang ga suka gorengan coba?
---
Tapi kali ini beda. Beberapa hari yang lalu, belanja kebutuhan bulanan di supermarket, sang pisang istri membeli snack yang mengubah sudut pandang seorang yang omnivora ini.
![]() |
| Snack BonCabe Makaroni Krispi |
Perkenalkan, Snack Makaroni Krispi BonCabe Jumbo Pack Level 10. Menurut informasi dari sumber intelijen terpercaya, snack ini juga tersedia Level 15 buat yang doyan pedes. Menurut saya level 10 ini agak pedes, tapi enak kok. Tidak menyiksa sama sekali.
Makaroni ini teksturnya krispi, asinnya pas (mo ngarepin apa emang kalo ndak asin), dan yang paling sesuatu itu, porsinya gede! 1 snack ini saya dan istri habiskan dalam waktu 3 hari. Padahal makannya ga ada dihemat-hemat lho.
Setelah dipikir-pikir saya bingung mau review apa. Kayaknya kalau snack ini cuma rasa, tekstur dan kuantitas kan ya? Ga perlu unboxing lah ya karena didalamnya tidak ada kabel dan kartu garansi. Oiya, harganya seingat saya sekitar 8.000an.
Berdasarkan rasa, harga, dan ukuran. I give this bloody snack rate 9/10.
Sengaja ga perfect buat jaga-jaga manatau ada snack enak lain.
---
Sejauh perjalanan hidup, akhirnya saya menemukan snack paporit. Finally.
Mungkin sekitar 99,5%* populasi penduduk bumi suka makan makanan enak, sisa-nya terobsesi makan makanan yang aneh 😅
Adakah 0,5% penduduk planet namec bumi itu membaca tulisan ini?
---
Let's talk about those 0,5% people. Aneh ini menurut saya orang yang mencari kenikmatan makan dengan makan makanan aneh seperti makan kalelawar, ikan cupang atau buaya darat. Yha, you named it lah, ada banyak banget makanan aneh beredar di galaksi bimasakti ini.
![]() |
| Makanan enak |
Akhir-akhir ini, pendapat saya tentang makanan aneh itu meluas hingga orang yang doyan makan pedas. Ga ada yang salah emang dengan makanan pedas, la saya juga doyan banget nyambel. Tapi, yang ga habis pikir ada yang lebih mengutamakan pedas daripada enak. Nah itu yang menurut saya out of mind banget.
Ketika makan makanan pedas tapi enak, it's sangat ok. Menambah nafsu makan emang. Lain hal kalau abis ditelpon debt collector ya, mana ada napsu makan itu mah. Tapi ketika makan yang penting pedes mah, makan cabe rawit merah doang juga pedes gitu ga perlu dimasak.
![]() |
| Makanan pedas tapi enak |
Saya pernah makan ayam penyet, sambelnya pedas banget. Tapi rasa-nya itu ga ada alias hambar. Cuma rasa tidak enaknya itu ditutupi dengan penggunaan cabe yang banyak. Dan menurut saya banyak sekali yang seperti ini. Spicy first, delicious later.
Ga heran, mengapa sekarang lebih banyak warung yang me-highlight pedasnya, daripada rasanya.
Perlu diperhatikan juga, makanan pedas ada juga bahayanya, seperti maag, insomnia dan menguransi sensitifitas lidah. Lengkapnya bisa baca link berikut ya: Bahaya Konsumsi Makanan Pedas Bagi Tubuh.
Sebaliknya, mengkonsumsi makanan enak, rasanya tidak ada efek samping selain menipisnya dompet karena biasanya cenderung lebih mahal daripada makanan pedas. Tidak berlaku untuk keturunan keluarga Cendana ya.
Oiya, buat yang doyan pedas, bisa cobain Carolina Reaper ini.
---
Menurut saya makanan enak itu emang debatable, karena lidah orang itu terbentuk dari kebiasaan, lokasi geografis, ketersediaan barang, dan tebal tipisnya dompet. Tapi saya pikir makanan tidak enak itu mutlak. Dan pedas-pun makanan tersebut tidak dapat menutupi rasanya.
Jadi pilih makanan enak atau pedas? Kalau saya sih makanan enak dan gratis 😅
* Berdasarkan pendekatan non-personal terhadap data-data tersier yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Jual makanan menurut saya industri yang lagi bagus-bagusnya. Apalagi dengan aplikasi ojek online seperti Gojek dan Grab, siapa saja jadi bisa punya usaha kuliner asal punya ktp.
Udah lama saya dan istri, merencanakan untuk bikin usaha kuliner. Banyak aja hambatannya, mulai dari x factor, fear factor, hingga faktor persekutuan terbesar 😅
---
Dan pada suatu hari gajian setelah sekian lama, berniat untuk memberikan om tante makanan enak gitu. Karena jarang ngasi-ngasi makanan ke beliau padahal beliau baik kali lah. Makanan yang kita kasih adalah Nasi Bakar dengan Ayam Kremesan. Kalo bahasa master chep, Roasted Rice with Chicken Kremes 😅
Karena ybs tidak ada di rumah, jadi makanannya dititipkan ke ART (bukan Anggaran Rumah Tangga ya, plis). Sorenya dihubungi untuk datang ke rumah. Ternyata ngasi tawaran untuk bikin nasi kotak 50 porsi untuk dijadikan sedekah di mesjid. Beliau bilang nasi bakarnya endes cucok mambok unik dan jarang ada di Pekanbaru.
Dikasi waktu 3 hari untuk menyiapkannya. Langsung dengan gegap gempita, saya ambil tawarannya. Padahal istri masih ragu karena masak untuk 50 porsi itu cukup berat. Saya terima dengan alasan untuk jadi pengalaman.
Oiya, pengalaman yang paling baik itu adalah pengalaman yang dibayar ya. Jangan pernah sia-siakan pengalaman ini.
Lanjut dalam 3 hari itu kami memulai proses pembuatan nasi bakarnya.
---
Hari pertama kami beli ayam, kotak, sendok plastik dan sebuah logo untuk nasi bakar. Pertimbangannya ayam perlu diungkep dan awet bisa masuk kulkas.
Hari kedua kami beli sayur mayur seperti daun melinjo, daun pisang (daun pisang ternyata mahal yo), selada, tomat, dan timun. Daun pisang udah kita proses untuk bungkusan nasi bakar, seledri diletakkan di mangkok isi air, dan bikin kremesan. Oiya sama masak nasi! Karena dirumah cuma ada rice cooker mainstream, masak untuk 50 porsi harus 3x trip masak nasi. Dan karena tidak ada termos, kami ngakalin nasinya pakai panci kukus.
Hari ketiga, bangun pagi-pagi, potong-potong timun, potong tomat, bungkus nasi pakai daun pisang, bakar nasi, goreng ayam, dan packing-packing. Alhamdulillah semua lancar, terkendali.
Bagi saya seorang IT Man hampir seumur hidup, membantu istri memasak 50 porsi, wah, lumayan jadi beban juga ya. Ternyata masak untuk 50 orang itu berbeda dengan proses looping dari 1 hingga 50 yang terjadi cuma dalam 1 detik dan semua output-nya exactly same.
Berbeda dengan masak. Daun pisang sobek sikit, bisa buyar. Nasinya kurang pas, nanti bentuknya ga cakep. Ukuran ayam ada yang kecil, ada yang gede bisa ga muat dalam kotak. Wadooo..
Ini katering 50 porsi, bener-bener jadi pengalaman yang cukup berarti.
---
Yah, akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada sponsor acara ini. Mon maap kepada pengunjung blog ini karena udah saya bikin ngiler tanpa give away ya.