October 16, 2017

Hampir 1 Dekade

Saya mulai ngeblog tahun 2008, ketika orang tua saya memutuskan untuk berlangganan paket internet. Sebelumnya saya nongkrong di warnet menghias halaman friendster saya dan chating mIRC.

Sejak saat itu, saya masih melakukan hal yang sama, menghias halaman friendster dan chatting mIRC. Tapi kan ga mungkin terus-terus melakukan hal tersebut. Jadi dengan akal ingin mendapatkan duit, pengen jadi penulis seperti Raditya Dika (pada jaman itu ya, sekarang udah ngga), tenar di dunia maya, dan follower twitter makin banyak, saya akhirnya membuat blog.

Judulnya: anything.is.possible. Terinspirasi dari iklan caco-calo jaman itu.
Sayangnya, posting-posting awal saya hapus dengan kejeniusan yang tidak pada tempatnya, padahal bisa di-draft-in.

---


Dulu saya ga mikir bisa cerita pengalaman atau pandangan pribadi disini. Dulu saya berfikiran, kalau blog saya mau sebagai rujukan ilmu bagi kaum-kaum teknorat. Saya isi aja blog saya dengan hal-hal bermanfaat tapi copas dari majalah halah.

Ketika duit jajan udah abis buat beli majalah, saya bingung mau tulis apa.

Sejak itu saya do anything untuk nulis. Mau penting, mau ga penting, mau bermanfaat, mau bubur ayam, mau mie ayam, saya mau semuanya. Eh. Saya mau tulis semuanya.

Lalu Tahun 2009, saya memikirkan komunitas untuk sharing cara dapetin duit dengan blog dan akhirnya ketemu Bertuah yang saat ini domainnya udah dijajah negeri adikuasa. Disana saya belajar, nyari duit dengan blog itu tidak sesuai dengan idealis blog saya. Iklan sana sini, load-nya berat, ganggu kenyamanan dan lainnya.

Saya lebih suka mencari traffic. Apalagi ada temannya, si Bayu, teman 1 kelas waktu SMA. Menghalalkan segala cara seperti nulis sehari tiga kali, blogwalking, tukeran link, promosi dari mulut-ke-telinga teman sekolah, letak di media sosial dan lainnya hanya untuk mencari pageview, alexa rank, google page rank dan lainnya. 

Dulu di Bertuah, ada peringkat blogger berdasarkan pageview-nya. Nah, yang diperebutkan adalah peringkat 1 yang tidak pernah menjadi milik kami berdua.

Btw, saya sangat menyayangkan fitur ini hilang. Padahal bagus untuk menyemangati blogger-blogger untuk tetap menulis dan blogwalking.

---

Untuk hosting, saya udah coba wordpress gratis, wordpress berbayar, tumblr, posterous, dan lainnya. Tapi selalu balik ke blogspot lagi, dan selalu nyaman untuk nulis disini. 

Selain blog pribadi, saya juga tertarik dunia fotografi dengan project Pekanbaru Daily Photo. Beberapa kali wawancara di media cetak. Tapi tetap tidak bisa menahan gejolak malas saya, dan akhirnya tiada. Sempat beberapa kali mencoba menghidupkan blog tersebut, tapi tetap saja, malasnya hakiki.

---

Sekarang, saya lebih menikmati apa yang saya tulis. Beberapa paid posting boleh lah, kalau ada. Tidak begitu peduli dengan pageview dan rank, dan lebih mementingkan konten, lebih mementingkan bahasa dan tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pageview

Sebenarnya saya ngeblog buat melatih kemampuan menulis, menajamkan otak kanan yang udah tumpul dijejelin kerjaan kantor serta sebagai pengingat saya.

Di post saya kemarin, Mang Lembu komentar bahwa tidak ada tombol share di blog saya. Disini saya jawab, bahwa sebenernya saya itu malu kalau tulisan saya dibaca sama orang-orang disekitar saya, apalagi orang tua dan kakak sendiri. Ketahuan nanti pemikiran atau tulisan saya yang aneh ini. 

Semoga dengan umur blog yang hampir 1 dekade ini, tulisan-tulisan saya bisa lebih mencerahkan. *naikin contrast*

Sekian dari saya, terima libur dihari kerja.