Showing posts with label Street. Show all posts
Showing posts with label Street. Show all posts

November 22, 2017

Date Night

Masa-masa pacaran saya dilanjutkan setelah menikah. Ternyata beneran lebih enak pacaran setelah menikah. Namun, bedanya, waktunya yang kurang. Khususnya buat saya, yang banyak menghabiskan waktu di kantor yang lembur hampir tiap hari, sabtu minggu ngantor dan tanggal merah bagaikan mitos.

Jadi kapan pacarannya? Kapan saya pulang tepat waktu.

---

Memiliki istri yang sabar emang sebuah anugerah buat saya. Bahagia gitu. Sabar nungguin saya pulang sampai jam 2 pagi, sabar nungguin saya pulang makan siang walaupun cuma sebentar dan sabar kadang kalau weekend ada panggilan kerja.


Jadi kalau saya pulang sore sekitar jam 5 atau setelah Maghrib, biasanya setelah Isya kita langsung tuh jalan-jalan. Ga selalu jalan-jalan juga sih. Kadang cari keperluan sehari-hari di swalayan, atau cari angin malam, atau nongkrong di taman, atau juga cari street food yang punya aura mistis minta dibeli.

Tapi, spot yang paling sering kami tongkrongin adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas. Tempatnya agak jauh dari rumah saya, tempat yang cocok untuk nongkrong. Kalau terlalu dekat rasanya ada yang kurang gitu, ya kan?

Di taman ini biasanya kami duduk nongkrong 30 menit, makan es krim, liatin anak kecil yang happy main hoverboard, main otopet, nangkap ikan lele dan ada juga yang jiwa patriotnya tinggi memilih untuk main tank. Setelah itu pulang. Pacaran yang hemat simpel emang. But, we happy.

Pacaran malam kami kalau tidak di taman, ke.... ke.. tidak kemana-mana karena emang di Pekanbaru minim sekali tempat nongkrong gratis.

Tapi kemarin saya kecewa banget. RTH Tunjuk Ajar Integritas ini adalah taman dibuat oleh Pemerintah untuk alternatif tempat nongkrong gratis selain mall di Pekanbaru. Taman ini ada tugu Integritas sebagai komitmen No More Corruption di Riau, setelah hattrick 3 Gubernur kena kasus korupsi. Bukannya jadi bebas KKN, malah pembangunan RTH dan Tugu Integritas ini malah dikorupsi oleh oknum yang sering saya lihat mukanya.

---

Walaupun dikorupsi, taman ini tetap menjadi tempat paporit kami. Tempatnya agak jauh dari rumah dan terletak disudut kota jadi tidak terlalu ramai kendaraan yang lewat. Karena Pekanbaru seringnya dalam suhu yang tinggi, saya tidak menyarankan untuk pacaran ditempat ini pada siang hari. Selain itu disini banyak anak kecil yang happy main tank.

Menurut saya, taman merupakan tempat pacaran terbaik. Kalau kata Sia, "Baby I don't need dollar bills to have fun tonight". Semoga akan banyak lagi taman-taman gratisan seperti ini di Pekanbaru.

Terakhir, pacaran yang saya maksud disini  pacaran setelah menikah yah. Takutnya ntar pacaran sebelum menikah di taman, pulangnya bukan ke rumah tapi ke markas Satpol PP.

Sekian dari saya, terima rumah tanpa hutang.

November 11, 2017

Makaru 01: Mie Ayam Mas Karyo

Dengan niat mulia dan penuh ketulusan serta ingin di-endorse, tahun ini, Andiebuytank, ingin mengepakkan sayap yang patah setelah sekian lama tidak terbang. Hari ini saya ingin re-make sesuatu yang lama di blog saya yaitu Makanan of the Week.

Makanan of the Week ini sudah ada di blog ini sejak 2009, dimulai dengan tidak adanya ide buat nulis blog dan ingin memberikan info-info makanan enak di Pekanbaru. Ya... Walaupun dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh homo sapiens pada umumnya. Tapi kan niatnya bagus kan yah?


Selain Makanan of the Week, dulu juga ada Aspal of The Week, Tukang Parkir of The Month dan Plat Mobil of The Month. Mungkin nantinya, award-award ini akan saya re-make dengan bentuk yang lebih elegan plus dengan bahasa yang lebih manusisawi.

Atas pertimbangan tertentu, Makanan of the Week, saya re-make menjadi: Makaru - Makanan Enak Pekanbaru. Perubahan ini tentunya dilengkapi dengan perubahan logo Makanan of the Week yang primitif seperti gambar diatas menjadi gambar berikut:


Filosopi: Ditengah maraknya tempat makan baru di Pekanbaru, yang namanya makanan murah, enak dengan porsi banyak pasti tidak akan terganti. Dengan kecintaan saya terhadap kearifan lokal yang tetap istikomah jualan jajanan enak dengan untung yang tidak banyak, saya rasa mereka berhak mendapat apresiasi yang lebih. Salah satu apresiasi yang saya lakukan: MAKARU.

---

Setiap weekend yang saya lalui beberapa bulan ini, selalu diawali dengan mie ayam yang sama dan ditempat duduk yang sama pula. Saya pecinta mie ayam, walaupun waktu kecil sempat trauma makan mie ayam yang aneh sehingga menyebabkan traumatik mendalam tidak mau makan mie ayam selama sekitar 10 tahun.


Tempat makan mie ayam favorit saya, Mie Ayam Mas Karyo. Jualan di Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru, sebelum simpang Kinibalu. Mie Ayam ini cuma buka dari pagi hingga siang. Jualannya cuma gerobak dengan tempat yang seadanya, tapi soal rasa, SUPER.

Tempatnya walaupun cuma seadanya, tapi tetap nyaman kok. Tempatnya tidak begitu ramai, tapi selalu ada aja yang berdatangan. Tidak ribut, yang jual juga tidak ngerokok plus jalanan Sisingamangaraja yang jarang ramai.

Harga mie ayam ini cuma 10rebu, tapi enak banget seperti mie ayam 20rebu. Sawinya ga pahit dan segar, porsinya buanyak, porsi ayam dan mie-nya tepat, lalu yang paling penting mie-nya olahan sendiri, bukan seperti tukang mie ayam kebanyakan. Oiya, kuahnya seger banget! Bukan seperti kuah kuning seperti kebanyakan mie ayam di Pekanbaru yang kadang bikin eneg gitu makannya.

Istri saya paling suka sama acar cabe ijo-nya. Katanya, potongan bawang bombay, bawang merah dan bawang putihnya aduhai sekali. Terus, makan mie ayam ini kalau saran saya jangan pakai saos dan kecap, karena rasanya sudah nikmat sekali. Ceker secara default tidak dikasih, tapi kalau minta bisa kok dikasih.


Menu makanan disini cuma ada Mie Ayam dan Mie Goreng Tek Tek. Tapi saya belum pernah coba mie gorengnya. Menu minumannya juga cuma ada air putih dan teh es. Uniknya, saya ga pernah pesan teh es disini, karena air putihnya seger. Jadi setelah makan mie ayam, paling enak minum air putih berasa luntur dosa-dosa makan mie ayamnya. Oh, heaven on earth banget dah!

Aksesoris yang ada disini tidak terlalu banyak dan kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak ada juga. Kadang-kadang ada keripik cabe, tapi besok bisa ada sate rendang kerang, besoknya lagi ada kerupuk pangsit, besoknya lagi ada peyek kacang. Harga aksesoris mulai dari seribu hingga dua ribu rupiah.

---

Dilihat dari sudut pandang lokasi, lokasi ini sangat strategis dekat dengan Mesjid Agung Annur Pekanbaru. Jadi kalau weekend, setelah joging di Annur atau CFD-an, bisa melipir ke Mie Ayam Mas Karyo ini. Pas weekday juga enak makan disini karena tempatnya yang dekat dengan wilayah perkantoran.

Kalau rasa, super nikmat dan cocok banget buat mengawali hari. Sepiring mie ayam, segelas air putih adalah menu paporit. Kadang saya suka menambahkan keripik cabe yang rasanya match banget sama mie ayam ini. Makannya juga nikmat, ga kepikir harga mahal yang menghantui setelah makan. Hahaha.

Dengan harga 10ribu per porsi, kita bisa dapat semangkok mie ayam tanpa sawi yang pahit, kuah yang segar, potongan ayam yang pas, tempat yang nyaman, acar cabe ijo yang segar dan nikmat, serta air putih yang segar. Maka, apa lagi yang kita butuhkan untuk sebuah mie ayam?

---

Mie Ayam Mas Karyo
Rate: 9,5 / 10
Lokasi : Jl. Sisingamangaraja (di depan dokter hewan, disamping kantor pertamina, sebelum simpang Kinibalu).

October 19, 2017

Jajanan Jalanan

Saya tidak suka nongkrong di cafe. Biasanya ribut dengan suara musik yang bikin susah ngobrol, penuh dengan asap rokok atau vape dan dilengkapi dengan sepaket anak nongkrong yang ketawanya lebih keras dari toa mesjid.

I was once an anak cafe. Ketika SMA. Nongkrong, ngopi, dan wifi-an gratis sampai sore. Tapi tetap tidak pakai asap rokok, tidak bikin keributan, tidak bikin kerusuhan, apalagi sampai bakar pondasi mesjid seperti kasus di Aceh kemarin ini *emosi kebawa-bawa*.

Sekarang, saya sangat menyukai street food. Mau makan apapun, street food dulu jadi prioritas. Kalau tidak ada, baru cari street food lain *halah*.

---

Kebiasaan ini ditularkan dari istri saya yang lebih senior dibidang street food-an. Jadi kemana-mana kami selalu cari makanan street food. Apalagi istri saya baru 10 bulan di Pekanbaru, jadi masih suka cari-cari yang enak dan rasanya unik.


Kalau untuk makan malam, favorit saya yang pertama itu adalah Mie Rebus. Karena nasi goreng di Pekanbaru agak aneh, karena dimasak sekaligus dalam porsi banyak (mungkin sekitar 40-50 porsi) dan diletak didalam termos. Jadi kalau kita pesan ga fresh from the frying pan. Jadi kalau mau yang panas, pilihannya ya mie goreng atau mie rebus.

Harganya mie rebus ini sekitar 10 - 13 ribuan, lebih murah dari harga di cafe, tapi rasanya lebih enak yang jelas. Ntah karena banyak micin atau emang chef-nya jago *ditoyor*. Nah ini namanya perhitungan.


Setelah makan mie rebus, pasti kurang lengkap tanpa dessert. Walaupun air putih hangat is the best dessert yah, tapi kurang lengkap tanpa dilengkapi dengan yang manis-manis sebagai pelengkap dosa. Biasanya saya cari pisang goreng crispy cokelat keju madu (panjang amat menunya), atau dengan es krim pokat kocok yang lagi nge-hits di Pekanbaru akhir-akhir ini. Atau simpel dengan minum jus.

Setelah minum atau makan yang manis-manis, biasanya mulut terkunci dan tidak mau nambah mie rebus lagi *halah*.


Jadi street food ini ga melulu ketika malam hari, tapi untuk siang hari juga lho. Walaupun kadang saya lebih suka nasi bungkus padang yang penuh dengan kuah cincang itu di siang hari. Kalau siang, memang pilihan street food ini lebih sedikit dibanding malam hari. Tapi biasasnya kalau siang hari, saya pilih makan batagor dengan es tebu sebagai temannya.

Jadi uniknya, ketika di Lampung, istri ga suka es tebu karena rasanya seperti jus rumput. Ketika di Pekanbaru, ketika duet dengan Batagor, jadi doyan es tebu dan tidak ada komentar jus rumput.

---

Emang street food ini bukan makanan tiap orang. Ada orang yang suka makan di cafe, tempat dan suasana nyaman, makanan enak dan harga agak mahal. Saya lebih prefer kesini ketika membawa keluarga besar atau ada event-event tertentu seperti baru gajian. Ga mungkin juga bawa keluarga besar makan di pinggir jalan yang ribut dengan kendaraan.

Tapi kalau untuk makan dengan istri, saya lebih prefer street food dengan segala kelemahan dan kelebihannya. Makanannya enak, harganya murah, lihat suasana jalan, hirup-hirup debu dikit, free air putih anget dan suasana yang berbaur bersama rakyat *halah*.

Walaupun saya tetap prefer makan di cafe, tapi saya tetap tidak prefer tempat makan yang ribut dengan suara musik dan penuh asap rokok. DIE!

Sekian dari saya, terima mie rebus cabenya dikit.

June 4, 2013

Kamuflase Gagal

Kamuflase itu tidak selalu berhasil.

Contohnya yang terjadi pada bapak ini.


Bapak ini seharusnya bukan pake baju kamuflase buat di hutan, melainkan latex warna item motif batu aspal. baru deh namanya kamuflase.

Btw, pak polantas kemana ya? ini dijalan protokol Pekanbaru loh!

*kemudian ditangkap karna menggunakan hape dijalan*