Showing posts with label Leather. Show all posts
Showing posts with label Leather. Show all posts

October 29, 2017

Weekend

Selamat Hari Blogger Nasional! Lebih tepatnya kemarin, tanggal 27 Oktober 2017. Sayanya sih ga ngerasa apa-apa, karena tidak ada logo Hari Blogger Nasional, tidak ada promosi cashback di marketplace ataupun berita di tipi nasional. Dari sekian banyak blogger yang saya follow, cuma Aul Howler yang posting tentang Hari Blogger Nasional walaupun telat. Hahaha.  Ya mungkin karena emang cuma sedikit yang jadi blogger kali ya? Atau no one cares?

Selamat hari Sumpah Pemuda juga! Walaupun telat juga.

---

Sejak tahun 2015, awal-awal kerja dulu, saya lupa apa itu definisi weekend dan hari libur. Karena tiap hari saya ke kantor bahkan sabtu-minggu dan selalu pulang paling cepat jam 10 malam. Kadang tanggal merah gitu saya masih skeptis akan adanya hari libur bagi saya. Jadi kadang susah mau janji sama temen atau keluarga ketika weekend atau hari libur, bawaannya ga enak batal melulu karena saya masuk kantor.

Tapi itu dulu, setelah beberapa kali ganti pimpinan, akhirnya sekarang saya ketiban rejeki dapat pimpinan yang pandai me-manage waktu, punya rasa capek dan sayang keluarga.

Tapi bukan berarti pimpinan sebelumnya ga pandai me-manage waktu ya, maksudnya itu mm, mm... Maksudnya itu emang kondisi saat itu emang banyak kerjaan aja...... *kabur ke Deli Serdang*

*semoga ga dibaca bos*

---

Beberapa bulan ini, weekend itu akhirnya beneran weekend. Ketika saya sudah mulai ingat kembali definisi hari libur itu apa. Menikmati pagi yang cerah tanpa mikirin kerjaan, males-malesan dan tidur. Sebenarnya ga males-malesan juga sih, tapi lebih menikmati hidup sebagai warga yang baik untuk sekitar, atau minimal jadi suami yang baik untuk istri yang cantik *tsah*.

Weekend saya itu biasanya dimulai dengan semangkok besar mie ayam enak yang murah langganan saya. Setelah itu, good mood menyertai saya disertai kelancaran urusan dunia. Nantinya akan saya posting khusus tentang mie ayam yang enak (banget), murah, agak sehat tapi sepi publikasi.

Pokus oi.

Abaikan beberapa paragraf diatas. Intinya setelah makan mie ayam, nemenin istri ke pasar, pulang, ngadem di kamar dan tidur sejenak. Biasanya kalo rajin tiap weekend, saya menjemur plus membersihkan kulit-kulitan.


Pekanbaru yang berlokasi tepat di garis khatulistiwa ini sangat menguntungkan bagi yang suka jemur-jemur kulit. Langsung mateng! Jadi adat jemur kulit ini berfungsi untuk mempercepat perubahan warna (tanning) dan membuat kulit yang bau apek karena keringat atau cipratan air bisa kering kembali dan tidak bau. Tapi jangan terlalu lama karna nantinya bisa jadi kerupuk jangek / kulit.

Setelah rutinitas jemur kulit, biasanya dilanjutkan dengan mengoles kulit-kulitan pakai body lotion biar kerajinan kulit bernutrisi dan sehat. Perawatannya sama persis lah seperti kulit kita, tapi ga perlu disuntik vitamin c juga.

Catatan: kulit imitasi ga perlu dirawat-rawat beginian ya.


Setelah itu, biasanya rutinas weekend ini ditutup dengan cemilan nikmat karena sebelumnya udah nemenin istri ke pasar dan syafaat mie ayam tadi. Cemilan favorit yang ga akan pernah bisa saya tolak, bakwan! Bakwan ini beda dengan bakwan gorengan yang dipinggir jalan. Dibuat dengan kol dan wortel yang banyak, plus tekstur yang nikmat seperti gambar diatas. Dicocol pakai cuko, nikmatnyooo~

---

Intinya, libur itu penting dan perlu. Apalagi buat yang sudah berkeluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan berkehidupan sosial itu perlu untuk get a life. Kerja maksimal itu ga melulu tanpa istirahat lho. Tapi emang kalau udah tanggung jawab untuk ke kantor sabtu-minggu dan pulang malam, apa boleh buat.

Dulu sempat mikir, "Apa perlu sakit dulu ya buat istirahat dari kerjaan kantor?".

Terakhir, jangan lupa istirahat buat blogger-blogger yang doyan nulis ketika malam ketika sepi. *ditoyor*.

Sekian dari saya, terima bubur ayam pakai ati ampela.

September 26, 2017

Leather Craft

Seperti yang saya tulis di post sebelumnya, saya sangat amat menyukai leather craft. Kerajinan kulit. Khusunya yang limited production alias diproduksi terbatas. Karena biasanya dibuat secara handmade dan dibuat dengan hati. Tsah.

Bukan produksi massal, yang machine-made, profit-oriented dan lack of innovation.

---

Leather / kulit ini bisa kulit apa aja, bisa domba, buyaya, kuda, kebo, sapi dan lainnya. Cuma yang saya khususkan disini kulit sapi.


Kulit sapi bukan buat kerupuk jangek / kulit ya. Walaupun ya emang enak kalau dikasih kuah gulai. Mak.

---

Dilihat dari sejarahnya, material kulit ini punya sejarah panjang bagi peradaban manusia. Digunakan sekitar 1400 tahun sebelum masehi, jauh sebelum younglek lahir ke bumi. Material ini digunakan diseluruh penjuru dunia dikarenakan durabilitas-nya yang sangat kuat.

Selain kuat, material kulit ini dapat digunakan untuk apa aja (versatile). Bisa sepatu, jaket, gelang, case handphone, jok motor, jok mobil, topi, pouch, sarung tangan, tas, sendal dan lain-lain-lainya (saking banyaknya).

Kalau saya sangat suka wangi kulit-nya, ini yang membedakan kulit asli dengan kulit kw super. Genuine leather yang banyak dipasaran juga biasanya hanya kulit dengan kualitas yang... ya begitulah. Bukan kualitas yang bagus, tapi ya tetap kulit asli.


Kasta paling tinggi pada kulit sapi adalah: Full Grain Leather. Kulit bagian atas dengan semua grain-nya, dapat berubah warna dengan sangat baik namun susah untuk digunakan.

Kasta dibawahnya ada Top Grain Leather dan kasta paling bawah adalah Genuine Leather.

Kulit dapat berubah warna, atau bahasa lainnya Patina. Ini hal yang saya juga sukai dari material kulit. Saya biasanya suka membeli aksesoris kulit dengan warna Natural atau Coklat Muda / Tan. Nantinya seiring waktu, bisa berubah warna menjadi dark brown atau dark red tergantung jenis kulit, jenis penyamakan dan perawatannya.

Patina ini nantinya akan berbeda-beda pada tiap orang. Walaupun produk yang diberi sama persis. Ini karena medan yang yang dilalui si pengguna berbeda-beda. Ada yang ga dirawat, ada yang sering kena hujan, ada yang pernah jatuh ke sungai, ada yang digigit kucing, ada yang selalu dibawah terik matahari, ada-ada aja.

Nah, saya sangat menyarankan untuk tidak membeli kulit dengan warna hitam. Karena nanti, patina-nya tidak kelihatan.

---

Kesimpulannya, material kulit udah ada dari jaman dahulu kala, terkenal akan durabilitas dan versatile-annya dalam membuat apapun. Walaupun harganya relaitf mahal, tapi sepadan dengan keawetan dan ke-classic-annya. Ketika membeli leather craft, usahakan jangan warna hitam karena patina-nya nanti tidak kelihatan.

Sangat-sangat banyak local brand Indonesia yang jual leather craft dengan limited quantity, full of innovation dan handmade. Selain itu, biasanya menggunakan material kulit dengan kualitas terbaik. Karena ketika suatu barang dibuat handmade tapi material tidak bagus, alhasil pekerjaan sia-sia. Ya gak sia-sia juga, tapi ya sayang aja gitu ketika effort tidak sesuai dengan hasil akhir.

Sekian dari saya, terima kerupuk kulit pake kuah gulai.