Selamat Hari Blogger Nasional! Lebih tepatnya kemarin, tanggal 27 Oktober 2017. Sayanya sih ga ngerasa apa-apa, karena tidak ada logo Hari Blogger Nasional, tidak ada promosi cashback di marketplace ataupun berita di tipi nasional. Dari sekian banyak blogger yang saya follow, cuma Aul Howler yang posting tentang Hari Blogger Nasional walaupun telat. Hahaha. Ya mungkin karena emang cuma sedikit yang jadi blogger kali ya? Atau no one cares?
Selamat hari Sumpah Pemuda juga! Walaupun telat juga.
---
Sejak tahun 2015, awal-awal kerja dulu, saya lupa apa itu definisi weekend dan hari libur. Karena tiap hari saya ke kantor bahkan sabtu-minggu dan selalu pulang paling cepat jam 10 malam. Kadang tanggal merah gitu saya masih skeptis akan adanya hari libur bagi saya. Jadi kadang susah mau janji sama temen atau keluarga ketika weekend atau hari libur, bawaannya ga enak batal melulu karena saya masuk kantor.
Tapi itu dulu, setelah beberapa kali ganti pimpinan, akhirnya sekarang saya ketiban rejeki dapat pimpinan yang pandai me-manage waktu, punya rasa capek dan sayang keluarga.
Tapi bukan berarti pimpinan sebelumnya ga pandai me-manage waktu ya, maksudnya itu mm, mm... Maksudnya itu emang kondisi saat itu emang banyak kerjaan aja...... *kabur ke Deli Serdang*
---
Beberapa bulan ini, weekend itu akhirnya beneran weekend. Ketika saya sudah mulai ingat kembali definisi hari libur itu apa. Menikmati pagi yang cerah tanpa mikirin kerjaan, males-malesan dan tidur. Sebenarnya ga males-malesan juga sih, tapi lebih menikmati hidup sebagai warga yang baik untuk sekitar, atau minimal jadi suami yang baik untuk istri yang cantik *tsah*.
Weekend saya itu biasanya dimulai dengan semangkok besar mie ayam enak yang murah langganan saya. Setelah itu, good mood menyertai saya disertai kelancaran urusan dunia. Nantinya akan saya posting khusus tentang mie ayam yang enak (banget), murah, agak sehat tapi sepi publikasi.
Abaikan beberapa paragraf diatas. Intinya setelah makan mie ayam, nemenin istri ke pasar, pulang, ngadem di kamar dan tidur sejenak. Biasanya kalo rajin tiap weekend, saya menjemur plus membersihkan kulit-kulitan.
Pekanbaru yang berlokasi tepat di garis khatulistiwa ini sangat menguntungkan bagi yang suka jemur-jemur kulit. Langsung mateng! Jadi adat jemur kulit ini berfungsi untuk mempercepat perubahan warna (tanning) dan membuat kulit yang bau apek karena keringat atau cipratan air bisa kering kembali dan tidak bau. Tapi jangan terlalu lama karna nantinya bisa jadi kerupuk jangek / kulit.
Setelah rutinitas jemur kulit, biasanya dilanjutkan dengan mengoles kulit-kulitan pakai body lotion biar kerajinan kulit bernutrisi dan sehat. Perawatannya sama persis lah seperti kulit kita, tapi ga perlu disuntik vitamin c juga.
Catatan: kulit imitasi ga perlu dirawat-rawat beginian ya.
Setelah itu, biasanya rutinas weekend ini ditutup dengan cemilan nikmat karena sebelumnya udah nemenin istri ke pasar dan syafaat mie ayam tadi. Cemilan favorit yang ga akan pernah bisa saya tolak, bakwan! Bakwan ini beda dengan bakwan gorengan yang dipinggir jalan. Dibuat dengan kol dan wortel yang banyak, plus tekstur yang nikmat seperti gambar diatas. Dicocol pakai cuko, nikmatnyooo~
---
Intinya, libur itu penting dan perlu. Apalagi buat yang sudah berkeluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan berkehidupan sosial itu perlu untuk get a life. Kerja maksimal itu ga melulu tanpa istirahat lho. Tapi emang kalau udah tanggung jawab untuk ke kantor sabtu-minggu dan pulang malam, apa boleh buat.
Dulu sempat mikir, "Apa perlu sakit dulu ya buat istirahat dari kerjaan kantor?".
Terakhir, jangan lupa istirahat buat blogger-blogger yang doyan nulis ketika malam ketika sepi. *ditoyor*.
Sekian dari saya, terima bubur ayam pakai ati ampela.