Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

February 21, 2021

Kikuda Experiences

Jual beli online sudah saya lakukan sejak tahun 2011, dengan mendirikan Kakikuda Store setelah tamat SMA. Waktu itu masih musim jualan di FJB Kaskus dan Facebook Group. Masih ingat banget jaman itu masih modal kepercayaan tanpa adanya jasa rekber (rekening bersama). Jadi abis transfer, 10 detik kemudian minta nomor resi pengiriman yang kadang bikin seller naik kolesterol.



Dulu resi-resi JNE/Tiki dikumpulin buat bikin post testimonial di kaskus untuk meningkatkan kepercayaan. Oiya, FJB Kaskus bukan seperti FJB sekarang itu ya, dulu belum se-dedicated gitu halaman untuk jual belinya. Cuma forum listing biasa yang digunakan untuk jual beli. Apabila poto di atas terlalu tua buat teman-teman, maafkan hamba.

---

Sebagai makhluk dengan cita rasa visual yang diatas rata-rata rakyat Nicaragua, saya paling seneng dengan poto produk yang apik dan well-photographed tsah. Apalagi kalau difoto dari berbagai sudut dengan perbandingan dimensi kayak USG. Terlebih produknya itu preloved atau bekas ya.

Setelah meramu-ramu racikan berdasarkan selera pribadi, saya menciptakan standar baru dalam dunia per-jual-beli-onlen-an yaitu Kikuda Experiences. Bisa dilihat di halaman Tokopedia Kikuda.


Jadi singkatnya, Kikuda Experiences ini adalah pengalaman berbelanja yang sangat buyer-oriented sekali. Atau bahasa lainnya, penjual dengan pola pikir pembeli. Hal ini saya rasakan karena saya ini pembeli yang kritis, banyak mau, dan detail. Pola pikir pembeli kritis ini yang saya bawa ketika saya jualan. Bukan kritis koma yang di ICU ini lho, wadoh.

3 pengalaman yang paling menyenangkan bagi saya selain harga murah yaitu foto barang asli bukan comotan gambar distributor / situs resmi / foto produk di kardus. Latar belakang sebaiknya polos putih, cahaya alami tanpa flash dan di foto dari berbagai sudut. Lebih bagus lagi jika ada pembanding ukuran.


Kemudian, deskripsi yang lengkap bukan cuma spesifikasi teknis tapi lebih kepada review pengalaman sebenarnya. Mirip-mirip nge-review ala Youtuber gitu tapi lebih singkat. Spesifikasi teknis tetap perlu, tapi lebih baik manfaatnya juga ditulis. Contoh ni, jual blender jangan cuma bilang 3 mata pisau dan kecepatan 12000 rpm. Tapi dijelasin juga bahwa menghancurkan es batu dengan cepat tapi tidak bisa menghancurkan ke-egoisanmu dalam waktu singkat. Eh?

Terakhir, respon cepat. Untuk yang ini ga perlu penjelasan khusus.

---

Penutup, tulisan diatas ini bukan resep jitu jualan online, ataupun cara cepat jualan laris. Tapi lebih cara idealis dalam menjual barang dengan pola pikir pembeli.

Kikuda Experiences ini adalah komitmen saya ketika menjual barang secara online. 3 hal diatas harus didapatkan oleh calon pembeli.

Menurut teman-teman, apa saja hal yang perlu diperhatikan seorang penjual dalam mengelola barang dagangan-nya yang dibutuhkan pembeli? Boleh share di kolom komentar.. 

Untuk melihat Kikuda Experiences saya bisa check di Tokopedia Kikuda ya :))

February 20, 2021

Jalan Buntu

Mon maap, ini judul bukan majas alegori seperti tugas Bahasa Indonesia adik-adik sekalian. I mean, this is literally dead end.

---

Hidup di jalan buntu itu ada ples mines nya. Mungkin bagi beberapa orang takut akan kesepian akan hadirnya mamang bakso atau batagor yang lewat, this is not for you. Cuma 3 tukang ini yang dengan amanah menjalankan tugasnya melayani pembeli di jalan buntu ini, yaitu tukang sayur, tukang ikan, dan tukang antar paket.


Bagi saya yang suka keheningan, tinggal di jalan buntu paling ujung, merupakan nikmat. Saya bisa membuat essay 200 kata tentang hal ini. Tapi,  hari ini, saya memilih hanya yang ples-ples. 

3 biji untuk yang kepo berapa biji ples plesnya.

---

Pertama, bisa main di tengah jalan tanpa takut diseruduk babi kendaraan. Emang kadang ada biawak lewat si, cuma ya sesekali aja kalo laper. Ah ini mah, di tengah kota juga ada ya. Oke, jadi di tengah jalan* itu kita bisa melakukan hal-hal apa saja. Contohnya, tiduran, lari-lari bareng anak, kadang ya bakar ayam bisa juga, paling enak tu bikin hajatan tanpa ganggu jalan warga sekitar paling ya son sistem aja yang ganggu sekomplek noh.

Selanjutnya, relatif lebih aman ya. Mungkin hal ini disebabkan karena udah lemes duluan ga ada jalan keluar. Malah kadang ter-skip aja gitu dari peredaran. Cuma ya tetep aja ini relatip kalo dibandingkan sama rumah kapolda yang ditengah kota yak.

Oke sip.

* Buat yang belum tau

August 23, 2017

Semangat Keagustusan

Walaupun udah telat banget post tentang tujuhbelasan, tapi lebih baik telat dikit aja daripada ngga sama sekali. Betul? Betul kaka...

---

Jadi beberapa minggu hari yang lalu tepatnya tanggal 6 Agustus 2017, kantor saya mengadakan acara Family Gathering. Kalau menurut saya ini acara sangat efektif dan efisien dalam kacamata penganggaran. Mengingat ulang tahun Provinsi Riau tanggal 9 Agustus dan Indonesia 17 Agustus, jadi acara ini bisa memperingati 2 hal ini. Prok prok prok *gemuruh gembira*

Btw, itu logo ulang tahun RI ke-72 maksa begitu ya?

Hal lainnya mungkin biar pegawai bisa menikmati lomba atau acara yang diadakan di lingkungan tempat tinggal. Nice move, pak Kepala. Prok prok prok *gemuruh gembira part II*

---

Intinya ya acara ngumpul seluruh keluarga pegawai, lomba untuk anak kecil dan pegawai plus makan siang nasi bungkus (Panasbung). Acaranya dimulai jam 8 pagi, walaupun saya datangnya hampir jam 9. Tapi masih sempat kok nonton seluruh pertandingan.

Bayangin aja, hari Minggu disuruh datang ke kantor jam 8 pagi. Bayangin.

---

Setelah diskusi dengan rekan satu bidang, saya ikut andil pada tim Tarik Tambang. Hal ini mengacu pada besarnya badan saya. Hahaha. Mereka tidak tahu padahal isinya lemak jenuh. Tapi ternyata pertandingan tarik tambang ini ditiadakan. Mungkin panitia sependapat bahwa tarik tambang dimenangkan oleh tim yang badannya besar-besar dan kurang memupuk rasa kerja sama.

Atau karena hadiah yang sudah habis direbut oleh anak-anak kecil.


Pertandingan Tarik Tambang diatas secara tidak resmi diinisiatif oleh anak-anak kecil tanpa aba-aba panitia. Lucu sekali emang. Padahal tidak ada pertandingan Tarik Tambang U-13. Yang paling penting sih mereka happy, itu tujuannya kan?


Pertandingan Pacu Goni dewasa. Bapak-bapak tidak ada yang mau ikut perlombaan ini. Tapi semua berubah ketika yang juara diimingi-imingi duit. Langsung pada ceria. Padahal hadiahnya duit yang dibeliin handuk *lap keringet*.


Permainan Bakiak. Permainan yang benar-benar memerlukan kerja sama tim yang kompak, komunikasi yang apik dan langkah yang pasti. Alhamdulillah, bidang saya dapat medali perak peringkat dua.


Selanjutnya Makan Kerupuk U-10. Ruame banget yang ikut permainan ini. Cuma ya, saya ga suka permainan ini, saya lebih setuju itu kerupuk diletak di atas piring saya, bukan dibuang-buang abis digigit oleh anak kecil hiks. Dah kena jigong, dibuang dan nyampah pula. Duh.


Maapkan fokus yang tidak jelas kemana arahnya. Saya ga tau nama permainan ini, apakah Gigit Sendok Pakai Kelereng (GSPK) atau Gigit Kelereng Pakai Sendok (GKPS). Intinya permainan ini menjaga keseimbangan pemain, namun memiliki resiko mata juling.

---

Dari sekian banyak permainan yang diadain oleh kantor, hanya satu permainan yang meningkatkan kerja sama tim. Padahal katanya acara perlombaan tujuhbelasan itu meningkatkan kerja sama.

Jadi besok tahun depan, saran saya diadakan acara-acara yang lebih bermanfaat, tapi juga fun, terus ga mubadzir-mubadziran, penuh ilmu dan meningkatkan kerja sama. Apakah itu? *malah jadi tebak-tebakan*

Saya juga ga tau :))

*ditendang*

August 20, 2017

Makes

Weekend itu menyenangkan*.

---

Makes. Pasti banyak hal-hal aneh yang terlintas ketika membacanya. Kata kerja bahasa inggris untuk kata ganti orang pertama tunggal, Makes Polri, ataupun makes ah jelasinnya. (Males oi).

Makes. Makanan Kesukaan

Atau Mafa (Makanan Favorit) dalam padanan bahasa di daerah lain.

---

Pernah kan ya, mengalami masa-masa kejayaan isi kertas binder warna-warni? Yang nantinya digunakan untuk menulis biodata teman 1 kelas (biasanya waktu SD/SMP) terus diserahin ke marketing untuk pengajuan kartu kredit. Isinya biasanya nama, panggilan, TTL, motto, makanan kesukaan (makes) dan lain halnya.

Ikhtisar paragraf diatas adalah, makes.

Sejak menikah, selera makan saya berubah kira-kira 130 derajat kearah timur laut. Arah timur laut merujuk pada taste makanan saya yang ternyata suka yang ke-Chinese-an dan ke-Indonesia-Timur-an. Derajat sudut merujuk pada makanan yang dulu rasanya ga suka, sekarang malah suka banget dan sebaliknya.

Sebagai contoh dulu saya suka banget sama tahu. Everything about tahu, mau tahu goreng tepung, tahu goreng aja, tahu bakar, kembang tahu, tahu isi, tahu kecap, tahu apa aja. Sekarang? Biasa aja.

Dulu saya juga sangat amat biasa aja sama tempe. Tapi sekarang? Saya tergila-gila dengan olahan tempe istri saya. Sambel tempe lah, tempe goreng tepung, sambel kering tempe, tempe apa aja.

Jadi, selama 24 tahun saya hidup, saya baru tau yang membuat makanan itu enak bukan bahannya, tapi olahannya. *ditimpuk tempe segoni*

---

Ok, sebernarnya paragraf-paragraf diatas belum masuk ke inti cerita kita hari ini *ditampar*. Jadi setelah lidah saya dewasa dalam mengecap makanan, walaupun semua makanan buatan istri enak, ada beberapa menu yang tidak hanya jadi favorit saya, tapi juga jadi apa yaa... I can't say a word. Jadi ibaratnya, dari range nilai 1-10, menu-menu dibawah ini beyond the reach. Tsah.

Yang pertama, Sambel Tempe.


Ini menu saya makan pertama kali di awal tahun 2017 ini. Kalau kata istri saya, makanan orang jawa. Tapi, ini enak banget bagi saya yang lidahnya ke-sumatera-an ini! Saya rela nukar rendang dengan menu ini. Tasty, enak, pedes dikit, ada manisnya juga, seger, terus oily-nya itu bercampur nasi bikin selera makan naik sekitar 219 % dengan hitung-hitungan persamaan linear dengan nilai x + 7y = 45 dan 2x + 3y = 24. *jangan cari jawabannya, plis*

Ya intinya, saya yang ga suka tempe (pada awalnya), jadi suka banget dengan tempe (pada akhirnya). Jujur saya bisa makan ini tiap hari kalau ga mikir asam urat.

Menu makes kedua adalah, Nasi Goreng Kampung.


Sebelumnya nasi goreng kampung bagi saya ya biasa aja. Tapi, setelah kenal nasi goreng kampung buatan istri, alamak....... I CAN EAT THIS ALL DAY EVERYDAY. Uenak banget. Pedes, seger, enak, rasanya itu "kaya" kalau saya bilang mah.

Ya intinya, saya yang ga suka nasi goreng kampung (pada awalnya), jadi suka banget dengan nasi goreng kampung (pada akhirnya). Jujur saya bisa makan ini tiap hari kalau ga mikir perut buncit karena kebanyakan kalori dan kesedikitan olahraga.

Abaikan porsi nasi gorengnya ya.

---

Jadi itu, menu Beyond the Reach bagi saya. Menu yang luar biasa murah tapi bisa membolak-balikkan selera saya akan sesuatu. It's beyond my imagination

Alhamdulillah banget, istri hobinya masak (enak) dan sering nulis resep di Cookpad bahkan sampai berhenti ngeblog karena sukanya nulis resep di kukped. Buat yang suka masak, boleh lihat-lihat menu yang saya makan tiap hari di cookpad istri saya. Semua menunya mudah dibuat, enak (banget), sehat dan murah pula. Lengkap dari sarapan, makan siang, makan malam dan cemilan buat yang suka masak sendiri di rumah. Menu makes saya juga ada di cookpadnya lho, boleh dicobain sendiri.

Sekian, terima beras solok 10 kilo.

* kalau tidak disuruh ke kantor

July 24, 2017

Short Trip: Sumatera Barat

Kadang saya itu malu, saat liburan telah datang. Apalagi waktu sekolah. 

"Liburan kemana Ndy?"

"Di rumah aja. Kau kemana?"

"Ke Sumbar (red. Sumatera Barat). Ke ini, terus ke ini, di jalan bagus banget ada ini dan itu. Kemarin ada juka objek wisata baru buka di ini. Kami kesana naik itu sekeluarga 7 hari 7 malam......" 

*Sayanya diem aja sambil main tanah*

---

Warga Pekanbaru, seperti diketahui, orang-orangnya kalo liburan perginya ke Sumatera Barat. Karena di Pekanbaru ya begitulah. Paling kalau mau liat yang ijo-ijo gitu liatin kelapa sawit, atau liatin cendol di pinggir jalan Sudirman.

Periode 22 tahun, saya pergi ke Sumbar itu paling ya cuma 2-3 kali. Yang lain udah bosen kali liat Sumbar, nah sayanya masih kepo apa aja yang ada di Sumbar.

Jadi, kemarin ada kesempatan buat pergi ke Sumbar, diajak teman. Karena waktu yang tepat, dan saya emang udah janji ke istri saya untuk ajak ke Sumbar, akhirnya saya iya-in ajakan tersebut.

Paragraf pembuka udah sepanjang ini, apalagi isi.

---

Seperti yang diketahui, jalanan Sumbar itu super sekali. Berkelok-kelok dengan jalanan yang kecil, tebing di kiri dan jurang di kanan. Mengingat sepanjang perjalanan itu juga diselingi oleh sawah-sawah dan panorama yang indah serta skill nyupir rendah, we decided to use driver.

Perjalanan 2 hari 1 malam.

Supaya perjalanan lebih islami dan dilindungi oleh Allah, niat perjalanan kali ini adalah Safar menyenangkan istri. Mengingat kerja istri dirumah masyaallah banyaknya daripada saya yang duduk di kantor ngeblog ngetik surat dinas.

---

Perjalanan dimulai hari Sabtu, start jam 7.10. Tapi karena kamera ketinggalan dirumah, harus balik lagi. Anggap perjalanan start jam 7.30.

Ngeeng.. Ngeeng..

Akhirnya sampai di Ulu Kasok. Nah, ini objek wisata baru di Riau (Belum di Sumbar). Kira-kira 2 jam perjalanan dari Pekanbaru. Setelah PLTA Koto Panjang. Katanya sih Raja Ampat KW Super. Cuma untuk melihat pemandangannya kita harus jalan kaki sekitar 400-500 meter untuk bisa naik ke Puncak Ulu Kasok-nya. Jalanan tanah liat dan licin. Wisata ini sangat tidak direkomendasikan untuk usia lebih dari 50.

Foto diatas kondisi tanahnya. Ini belum kondisi terjal-nya. Bayangin kalau hujan, itu tanah becek, kayaknya ga bisa naik kalau ga ada ekskalator. Setelah sampai diatas, recover energi dulu sekitar 10 menit ngos-ngosan mendaki bukit.


Mohon maaf ini mah, karena keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, cuma bisa motret pakai lensa close-up (40mm) *garuk-garuk pohon pinus*.

Lanjut ke spot berikutnya, kami langsung tancap ke Puncak Lawang. Surga Tebu. Terletak di Kab. Agam Sumatra Barat. Kami mengabaikan semua spot bagus selama perjalanan, mengingat waktu liburan yang singkat. Disini kita melihat Danau Maninjau dari atas, buagusnya. Udara seger, pemandangan bagus, pikiran jadi fresh. Sempat berfikir untuk memindahkan kantor kesini *pale lu peyang*.


Ini pemandangan Danau Maninjau dari atas. Indah banget.

Setelah dari Puncak Lawang, langsung lanjut lagi ke Bukittinggi sekitar 2 jam perjalanan. Baru pertama kali ini saya lewat Bukittinggi kemudian poto-poto di Jam Gadang. Ternyata ramai sekali itu Jam Gadang dimalam hari.

Setelah ke Jam Gadang, akhirnya kami menginap di rumah saudara di Solok. *ngemat mode on*.

---

Hari Kedua. Plus pulang.

Jadi rumah saudara ini tepat terletak di bahu Gunung Talang (kalau ga salah berarti bener dong), jadi spot kami berikutnya yaitu, Danau Kembar atau Danau Atas Bawah. Jadi perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan medan jalan kecil, sebelah kiri jalan jurang dan sebelah kanan jalan sawah.

Perjalanan ini the best route banget! Seumur-umur perjalanan darat, perjalanan Solok - Danau Kembar ini jalur terbaik. Penduduk ramah dan mudah senyum, sawah ladang yang aduhai elok dipandang mata, udara seger, dan panorama dari ketinggian yang ntap. Saking bagusnya, saya ga sempat potoin karena mata bener-bener dimanjain bilang aja males.

Disepanjang jalan, terdapat rumah penduduk yang rata-rata bertani. Sering lihat juga banyak mobil pick-up yang wara-wiri bawa anjing pemburu. People like to hunt. Prestise bagi mereka kalau anjing mereka mahir berburu.


Spot pertama, kami sampai di Danau Atas terlebih dahulu. Kami berhenti di lupa namanya yang terletak diantara Danau Atas dan Danau Bawah. Cukup bayar parkir udah bisa menikmati pemandangan Danau Atas, Danau Bawah, Gubung Talang plus Gunung Berapi. Disini juga banyak sekali bunga. Backsound Danau Kembar ini adalah Saluang. Walaupun Bapak ini lebih banyak cerita daripada main Saluang.


Kami lanjut ke spot khusus Danau Bawah. Sekitar 30 menit dari spot lupa namanya. Agak berbeda dengan spot lupa namanya, disini ada arena permainannya, jajanannya dan ada cottage dengan private lake *tsah*. Cuma Danau Atas tidak kelihatan dari sini.


Setelah Danau Atas dan Danau Bawah, kami menuju ke Batusangkar lokasi Istana Pagaruyung. Eh sebelumnya kami mampir sebentar di Kebun Teh

Akhirnya sampai di Istana Pagaruyung. My first time kesani. Ada beberapa peninggalan seperti alat musik, pedang, dan lainnya disini. Cuma beberapa sih, perkiraan saya mungkin banyak yang terbakar waktu insiden terbakarnya Istana di tahun 2007 lalu. Abaikan badut Keroppi, itu bukan kearifan lokal.


Mampir di Istana ini sekitar 1 jam, setelah itu kami langsung pulang sekitar 6 jam perjalanan di Pekanbaru. Alhamdulillah sampai dengan selamat walaupun harus tidur lebih cepat karena besoknya sudah Senin.

My last words, setelah perjalanan ini saya merasakan saya penduduk Pekanbaru seutuhnya karena sudah tau beberapa spot di Sumatera Barat. Now you can talk with me about Sumbar. Jadi sebenarnya inti perjalanan ini adalah untuk mengukuhkan status Anak Gaul Pekanbaru.

Makasi banyak yang udah baca dari atas sampai bawah sini tanpa skip-skip atau scroll-scroll tulisan. Tiada kesan tanpa kehadiranmu. Btw, ini tulisan benar-benar panjang kayak Kelok 44 (masih suasana sumbar mode on).

Bye!

June 9, 2017

My Half Journey

Mode: Agak Serius (ON)

Awalnya iseng, akhirnya keranjingan. Tentang apa? Islam.

Pertanyaan awalnya iseng, apa benar sholat saya selama ini? Jawabanya ada yang benar, ada juga yang salah. Lalu saya baca-baca buku tentang sholat, lalu saya baca-baca buku tentang islam. Oiya bukunya saya beli diluar Grame***. Dengan alasan, saya mau beli buku anti-mainstream etdah.

Bukan, bukan. Saya tidak beli buku Islam Liberal atau Islam Nusantara yang anti-mainstream.

Dari buku-buku yang saya beli, banyak banget anjuran untuk mempercepat menikah. Tapi lebih banyak lagi dosanya pacaran. So, I decided to marry.

---

Alhamdulillah part I, ketika meniatkan untuk menikah dengan sungguh-sungguh, banyak banget bantuan. Bantuan non-materil dan materil seperti semen dari keluarga dan teman kerja serta dapat kerja sampingan buat bantu biaya nikah. Alhamdulillah part II, calon istri sangat amat kebangetan ngeringanin saya dalam urusan pernikahan ini.

---

The day, 17 Desember 2016. Akad Nikah dan Resepsi Pernikahan dilakukan pada hari yang sama untuk menghemat pengeluaran. Didampingi 2 orang tua, abang ipar serta paman dari Pekanbaru akhirnya saya resmi jadi suami Asty.


Abaikan muka saya yang sok ganteng. Acaranya khidmad, walaupun yang datang ramai. Setelah acara akad nikah, dilanjutkan dengan ceramah. I love this part. Really love this part. Dari ceramah ini saya tau kalau menikah itu ibadah seumur hidup dan pahala terus mengalir. Salah satu ibadah yang paling dibenci oleh setan karena panjangnya durasi ibadah ini.

---

Lanjut ke acara resepsi, sepertinya yang diundang datang semua. Keluarga dari Jombang, Bandung, Bogor semuanya datang, tetangga jauh, tetangga dekat, teman kerja mami dan babeh. Namun sayangnya temen kerja saya dari Pekanbaru berhalangan hadir.

Ga semua detail saya sebutin ya, kebanyakan. Jadi langsung ke poto-poto aja.

Ini temen kenal dari Ragnarok Online (RO) juga menyempatkan diri untuk datang

Ini poto bersama yang paling bagus yang sudah dipilih-pilih.

---

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Akhir kata, pesan saya, menikahlah. Tentang rejeki, jangan takut sudah ada yang atur bahkan jauh-jauh-jauh sebelum Nabi Adam AS diciptakan. Karena saya yakin:

Sekecil apapun rezeki kita, jika itu memang rezeki kita, mau 100.000 orang yang menghalangi, pasti akan jadi rezeki kita --- Demikian pula dengan sekecil apapun yang bukan rezeki kita, mau 1.000.000 orang yang membantu kita mendapatkannya, pasti tidak akan jadi rezeki kita. Pasti.

Dah gitu aja.
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Sumber : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Sumber : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html

June 6, 2017

Well, 2017

Memulai itu berat, lebih berat lagi melanjutkan. Begitu kata pepatah setelah draft yang pertama saya buat, dengan tingkat intelegensia yang rendah kemudian terhapus dan autosave. It hurts.

Jadi, setelah hiatus selama 872 hari sejak tulisan terakhir saya di blog ini. Bukan pertama kalinya hiatus saya sejak 5 tahun terakhir, mungkin sudah kesekian kalinya. Sejak lulus SMA, emang spare time untuk ngeblog agak sulit. Mengingat enaknya tidur dan pahitnya tugas yang dialami sejak masuk kuliah. *garuk kerak bumi*.

After a loooooong time tidak melihat Blogger Dashboard, rentang waktu 2014 hingga 2017, jika dilihat dari sudut pandang statistika SMP, rata-rata hanya 2 post per tahun dengan modus 4 post di tahun 2014. #Statistic101.

Jadi saya ngeblog lagi. Karena tujuan saya ngeblog, "To Pause the Time". Karena kata orang bijak:

If you don't pause and look around for a while, you could hit by a car.
*Ceritanya lagi di jalur lintas Sumatera*

Padahal mah, ikutan ngeblog kayak John Watson di Sherlock Series

---

Tahun 2015, 2016, 2017 its my best year. A lot of things accomplished. I got a job, I graduated, I married and I moved. Yes, I married.


This is my own best choice I ever made in my whole life. I will tell you the detail story on my blog later.

I think, that's enough for today. I have to go to traditional market to buy some potatoes. Happy Ramadhan!

August 21, 2013

Nikon Lens Teaser

Setelah beberapa bulan tanpa lensa kit Nikon 18-105 kemarin yang telah digadai buat jadi beberapa roll film. Dan beberapa bulan kemarin pake adapter lensa Yashica yang kayaknya agak aneh ga bisa infinity, akhirnya, saya menimbang, memilih dan memutuskan untuk beli lensa baru. 

Rencananya mau beli lensa manual, tapi tapi, ga ada yang bisa kredit sreg, akhirnya jadilah sebuah lensa Nikon AF-S

Jadi nanti bakal direview ya setelah beberapa hutang review kamera analog *halah* Jadi dikasi teaser dulu deh ya hahaha *berasa artis*


Kue Lebaran


Bukan Kue

Yasudah, gitu doang. Ntar lama-lama ini blog jadi blog kamera doang ye *nangis perlahan* *kehilangan jati diri*

June 3, 2013

Featured Bag on JCH

akhirnya, setelah sekian lama berfikir keras untuk ikut In Your Bags-nya Japan Camera Hunter sampai pada akhirnya dijadiin featured bag juga cihuy!



sebenarnya udah lama pengen foto ini tas beserta kamera-kamera yang dikoleksi.. tapi tapi, mengingat banyaknya tas yang isinya Hasselblad, Rolleiflex, Leica, Mamiya dan apapun itu yang berbau amis mahal, jadi minder duluan.. *sesegukan di pojokan*

yah, intinya jangan kebanyakan mikir deh ndie *puk puk pundak sendiri*

buat yang mau liat post lengkap-nya, linknya ini nih > In your bag No: 491 – Riandy Satria Putra 

Eh itu kan dari April? iyah dan udah telat 3 bulan ini postingnya *halah bahasanya*

*dibotakin*

eh iya, buat yang belum tau Japan Camera Hunter, menurut pandangan seorang awam sih, ini salah satu komunitas kamera analog yang besar.. liat deh itu ada lebih dari 491 tas yang udah submit di blog ini (termasuk set buat kamera digital) dan kebanyakan masih bayak pake analog..

nah, kenapa disebut Japan Camera Hunter? ya karna kerjanya nyari kamera jepang.. kayak Nikon, Canon, Minolta, Fuji dll dan ga tertutup juga buat kamera eropa kayak Leica, Hasselblad, Kodak AG, Contax dll-nya.. nah kalo ada yang mu nyari kamera dari Jepang, langsung contact yang bersangkutan! cihuyy!

perhatian sebelumnya, jangan ngences-ngences ya kalo udah liat lensa plus kameranya yang 'aduh' banget harganya *hahhh*


May 19, 2013

Narcissistic on Strit (NoS)

Hal-hal seperti ini sangat jarang dilakukan oleh orang-orang normal. Narsis di dalam angkutan kota, tapi we did! *bangga* *hidung kembang kempis* 

 ---

Sebagai orang yang sudah biasa nge-NoS, tips-tips yang bisa saya berikan cuma 1, yaitu, ga pake malu. Lah, caranya supaya ga pake malu gimana? nah tanamkan dalam hati, pikiran, badan, dan paru-paru kita bahwa... 

Besok atau ntah kapanpun itu, ini orang ga bakal inget muka saya. Kalo mereka ingat, mereka pasti lupa kelakuan saya.

- Andie, pakar Psikosentris. 

 ---

Sekarang, dari Panglima Polim kami akan menuju nyasar. Diawali dengan membaca do'a, foto, dan nyiapin uang kecil buat angkot.


karena diangkot gelap, dan kami cuma punya kamera pocket digital dan beberapa kamera film yang tidak kondusif jika dibawa foto dalam angkot yang gelap, maka kami cuma nongkrong sambil dengerin lagu "No Air - Chris Brown" tanpa remix di sebuah angkot. Diulangi, dalam sebuah angkot, dan tanpa di-remix.

Ternyata, angkot ini mengantarkan kami ke depan gerbang pelaminan Mal Kartini, lanjut nge-NoS..


Hari masih pagi dan kami memutuskan untuk naik angkutan kota lainnya, yaitu Trans Lampung. Trans Lampung adalah sejenis bus Antar Tempat Dalam Rute Kota (ATDRK) yang merupakan gabungan dari pengusaha angkutan kota se-Bandar Lampung. *diseruduk gajah lampung* 

Jadi jadi, trans lampung yang ini rutenya gue agak lupa.. yang jelas ke arah Pasar Tani sampai daerah Panjang. perjalanannya jauh banget dari ujung menuju ke-ujung lainnya..


Yang diatas foto menuju terminal Pasar Tani itu.

setelah sampai di terminal-nya.. berhenti sejenak untuk melepas penat nunggu penumpang lain untuk menuju ke arah Terminal Sukaraja..


HORE AKHIRNYA SAMPEK! di Terminal Sukaraja.. ga sempat poto pemandangan sekitar, kami terlalu fokus potret diri sendiri woakwoakwoak *makan bambu runcing*

--- 

Perjalanan menggunakan angkutan umum ini sangat menyenangkan bagi dua insan yang berbahagia ini. tidak perlu nyetir, tidak perlu bawa STNK, tidak perlu takut tilang, tidak perlu mikir lewat mana dan perintilan lainnya.. yang ada dikepala cuma, menikmati perjalanan berdua wuwuwuwu~~~ *melambai lambai* 

Tiga hal yang bisa dipelajari dari posting ini adalah..... 

SATUK! Angkutan umum itu menyenangkan!

DUAK! Gak usah maluk!

TIGAK! tidak adak!

BYE!

May 11, 2013

Preview

hufttt huffftttt hufftttttt *sembur sembur iler*

akhirnya sempet ngeblog lagi, setelah sekian lama vacuum sok sibuk.. kemarin-kemarin ga ngeblog sih alesannya karena lupa ada blog *ditimpuk duit*

---

jadi, kemarin redesign blog lagi, setelah kemarin musim ijo-ijo kejut atau electric lime green sekarang udah berganti total jadi orange summer *ngasal

header diganti, layout dibenerin, gambar-gambar juga dikurangin biar nge-load cepet juga.. header diganti konsepnya sama dengan sebelumnya, cuma lebih pantastis ajah cihuyy

karena lagi suka sama orange ini, dan melihat resume yang kayaknya udah expired itu, gue terinspirasi bikin buat 2013.. yaa, udah makin banyak aplikasi yang lumayan dikuasai, walaupun masih cetek awkakwakwak #disambitparang tapi yg penting ditulis aja hahaha

jadi ini dia preview-nya...



belum rampung, dan masih nyari ide lagi buat dibawah-nya.. *meres otak*

terus apa lagi ya cerita yang terlewat akhir-akhir ini? ah iyaa! gue beli lensa Yashica baruu! buat lensa buat si Yashi.. ga lensa mahal sih, tapi ya lumayan terkenal lah haha.. kemarin dapat harganya murah mulus pula, jadi beli deh, dan alhamdulillah ga nyesel XD *belum ngetest hasil padahal*



review-nya di posting berikutnya yaa.. sekalian hasil contohnya cihuy!

April 22, 2013

Teman Digital

HUYAH! Hari senin hari yang paling indah sedunia! *dicakar ayam*

---

sebagai mukadimah pada posting ini, kita hidup di dunia digital.. ya, walaupun antena TV kita masih analog ya, atau masih pake FM radio yang antena-nya kayak kamen rider itu, atau ya kaset tape yang sekarang udah ga tau mau dihidupin dimana selain dalam mobil (kalo mobilnya masih punya teknologi tape).

jadi, TV, radio atau kaset tape udah berubah seiring perkembangan teknologi.. TV jadi digital, contoh di hape cina gitu.. atau radio yang sekarang hampir semua jenis handphone punya, ato kalo yg ga ada tinggal download doang aplikasinya.. kaset tape mah udah ketutup sama kaset CD atau MP3 bajakan

satu-satunya yang susah dibikin digital itu kayaknya cuma radio amatir (orari) yang emak gue punya..

dan intinya dari semua paragrap diatas adalah.... sekarang kita hidup dunia digital. titik dua: 

*melirik sinis pembaca yang baca serius dari awal*

ya seperti itulah, film yang analog aja udah bisa di scan buat di share di media digital, dan analog dan digital saling bersahabat ya begitulah adanya.. cuma manipulasi analog ga ada yaa *dibakar

jadiiii, buat menemani lingkungan digital, tentu perlu device.. nah, berikut ini adalah 4 device yang paling penomenal menurut o*n th*e sp*ot! *pencuma aja nyensor*

---




Nikon D90 ompong, lensanya digadai buat beli film.. punya sejak 2009, sangat berkontribusi dalam  Pekanbaru Daily Photo.. pernah jatuh secara tragis 1 kali, pernah kena cat waktu ngecat kamar, jarang dibersihin, tapi selalu setia menemani kemanapun kapanpun kayak deodoran selama ada lensa dan battere.. what a life..



Sony Ericsson Xperia Mini Pro, hape android kedua yang dibeliin orangtua. sebelumnya Sony Ericsson X10 Xperia Mini Pro.. yang ini juga setia menemani walaupun umurnya belum prima 1 tahun.. menamani dikala senang sedih dan suram, dan selalu menjadi pilihan yang tepat dikala motorgraphy (seni memotret diatas motor dan sebaiknya jangan ditiru) dan yang paling penting jembatan penting dengan pacar ya hape ini lah *smooch pacar dimuka umum* *disodok pake garpu cottonbud*



PC RAKITAN CIHUY ALIBABA! merakit dan menunggu, menunggu dapat rejeki.. walaupun hampir 3 bulan ngerakitnya, tapi ya hasilnya sangat puas! selalu menemani dikala ngerjain tugas di semester 3 kemarin karna umurnya yang masih seumur coboy junior.. kalo spec-nya sih udah ketinggalan 1 tahun sih hik..



DAN INI! Kodak M763 kamera digital pertama gue yang udah seumur coboy senior! menemani dari SMP kelas 3, motret-motret kayak bule di pasar ramayana, terus pernah dibawa kakak ke Siak (salah satu kabupaten di Riau), terus pensiun dini karna udah beli DSLR dan akhirnya dipake lagi karna lensa DSLR dijual, ah what a camera.. 

jadi akhir-akhir ini, poto-poto yang ada di blog gue ini dari kamera futuristik antagonis ini deh. motretnya harus kondisi outdoor, that's why gue sering poto sore-sore di teras rumah XD

kayaknya cuma segini deh, teman buat masuk kedalam dunia digital gue.. ada laptop sih, tapi belum ada yang setia menemani seperti keempat saudaranya ini :'(

DAH! *kukuruyuk*