Kadang saya itu malu, saat liburan telah datang. Apalagi waktu sekolah.
"Liburan kemana Ndy?"
"Di rumah aja. Kau kemana?"
"Ke Sumbar (red. Sumatera Barat). Ke ini, terus ke ini, di jalan bagus banget ada ini dan itu. Kemarin ada juka objek wisata baru buka di ini. Kami kesana naik itu sekeluarga 7 hari 7 malam......"
*Sayanya diem aja sambil main tanah*
---
Warga Pekanbaru, seperti diketahui, orang-orangnya kalo liburan perginya ke Sumatera Barat. Karena di Pekanbaru ya begitulah. Paling kalau mau liat yang ijo-ijo gitu liatin kelapa sawit, atau liatin cendol di pinggir jalan Sudirman.
Periode 22 tahun, saya pergi ke Sumbar itu paling ya cuma 2-3 kali. Yang lain udah bosen kali liat Sumbar, nah sayanya masih kepo apa aja yang ada di Sumbar.
Jadi, kemarin ada kesempatan buat pergi ke Sumbar, diajak teman. Karena waktu yang tepat, dan saya emang udah janji ke istri saya untuk ajak ke Sumbar, akhirnya saya iya-in ajakan tersebut.
Paragraf pembuka udah sepanjang ini, apalagi isi.
---
Seperti yang diketahui, jalanan Sumbar itu super sekali.
Berkelok-kelok dengan jalanan yang kecil, tebing di kiri dan jurang di kanan. Mengingat sepanjang perjalanan itu juga diselingi oleh sawah-sawah dan panorama yang indah
serta skill nyupir rendah,
we decided to use driver.
Perjalanan 2 hari 1 malam.
Supaya perjalanan lebih
islami dan dilindungi oleh Allah, niat perjalanan kali ini adalah Safar menyenangkan istri. Mengingat kerja istri dirumah masyaallah banyaknya daripada saya yang duduk di kantor
ngeblog ngetik surat dinas.
---
Perjalanan dimulai hari Sabtu, start jam 7.10. Tapi karena kamera
ketinggalan dirumah, harus balik lagi. Anggap perjalanan start jam 7.30.
Ngeeng.. Ngeeng..
Akhirnya sampai di
Ulu Kasok. Nah, ini objek wisata baru di Riau (Belum di Sumbar). Kira-kira 2 jam perjalanan dari Pekanbaru. Setelah PLTA Koto Panjang. Katanya sih
Raja Ampat KW Super. Cuma untuk melihat pemandangannya kita harus jalan kaki sekitar 400-500 meter untuk bisa naik ke Puncak Ulu Kasok-nya. Jalanan tanah liat dan licin. Wisata ini sangat
tidak direkomendasikan untuk usia lebih dari 50.
Foto diatas kondisi tanahnya. Ini belum kondisi terjal-nya. Bayangin kalau
hujan, itu tanah becek, kayaknya ga bisa naik kalau ga ada ekskalator. Setelah sampai diatas,
recover energi dulu sekitar 10 menit ngos-ngosan mendaki bukit.
Mohon maaf ini mah, karena keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, cuma bisa motret pakai lensa
close-up (40mm) *garuk-garuk pohon pinus*.
Lanjut ke spot berikutnya, kami langsung tancap ke Puncak Lawang.
Surga Tebu. Terletak di Kab. Agam Sumatra Barat. Kami
mengabaikan semua spot bagus selama perjalanan, mengingat waktu liburan yang singkat. Disini kita melihat
Danau Maninjau dari atas, buagusnya. Udara seger, pemandangan bagus, pikiran jadi
fresh. Sempat berfikir untuk memindahkan kantor kesini
*pale lu peyang*.
Ini pemandangan Danau Maninjau dari atas. Indah banget.
Setelah dari Puncak Lawang, langsung lanjut lagi ke
Bukittinggi sekitar 2 jam perjalanan. Baru pertama kali ini saya lewat Bukittinggi kemudian poto-poto di Jam Gadang. Ternyata ramai sekali itu Jam Gadang dimalam hari.
Setelah ke Jam Gadang, akhirnya kami menginap di rumah
saudara di Solok. *ngemat mode on*.
---
Hari Kedua. Plus pulang.
Jadi rumah saudara ini tepat terletak di
bahu Gunung Talang (kalau ga salah berarti bener dong), jadi spot kami berikutnya yaitu,
Danau Kembar atau Danau Atas Bawah. Jadi perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan medan jalan kecil, sebelah kiri jalan
jurang dan sebelah kanan jalan
sawah.
Perjalanan ini
the best route banget! Seumur-umur perjalanan darat, perjalanan Solok - Danau Kembar ini jalur terbaik. Penduduk ramah dan mudah senyum, sawah ladang yang aduhai elok dipandang mata, udara seger, dan panorama dari ketinggian yang
ntap. Saking bagusnya, saya ga sempat potoin karena mata bener-bener dimanjain
bilang aja males.
Disepanjang jalan, terdapat rumah penduduk yang rata-rata bertani. Sering lihat juga banyak mobil pick-up yang wara-wiri bawa anjing pemburu.
People like to hunt.
Prestise bagi mereka kalau anjing mereka
mahir berburu.
Spot pertama, kami sampai di
Danau Atas terlebih dahulu. Kami berhenti di
lupa namanya yang terletak diantara Danau Atas dan Danau Bawah. Cukup bayar parkir udah bisa menikmati pemandangan Danau Atas, Danau Bawah, Gubung Talang plus Gunung Berapi. Disini juga banyak sekali bunga. Backsound Danau Kembar ini adalah
Saluang. Walaupun Bapak ini lebih banyak cerita daripada main Saluang.
Kami lanjut ke spot khusus Danau Bawah. Sekitar 30 menit dari spot
lupa namanya. Agak berbeda dengan spot
lupa namanya, disini ada arena permainannya, jajanannya dan ada
cottage dengan
private lake *tsah*. Cuma Danau Atas tidak kelihatan dari sini.
Setelah Danau Atas dan Danau Bawah, kami menuju ke Batusangkar lokasi
Istana Pagaruyung. Eh sebelumnya kami mampir sebentar
di Kebun Teh
.
Akhirnya sampai di Istana Pagaruyung.
My first time kesani. Ada beberapa peninggalan seperti alat musik, pedang, dan lainnya disini. Cuma beberapa sih, perkiraan saya mungkin banyak yang terbakar waktu insiden terbakarnya Istana di tahun 2007 lalu. Abaikan badut
Keroppi, itu bukan kearifan lokal.
Mampir di Istana ini sekitar 1 jam, setelah itu kami langsung pulang sekitar 6 jam perjalanan di Pekanbaru. Alhamdulillah sampai dengan selamat walaupun harus tidur lebih cepat karena besoknya sudah
Senin.
My last words, setelah perjalanan ini saya merasakan saya penduduk Pekanbaru
seutuhnya karena sudah tau beberapa spot di Sumatera Barat.
Now you can talk with me about Sumbar. Jadi sebenarnya inti perjalanan ini adalah untuk
mengukuhkan status Anak Gaul Pekanbaru.
Makasi banyak yang udah baca dari atas sampai bawah sini tanpa skip-skip atau scroll-scroll tulisan. Tiada kesan tanpa kehadiranmu. Btw, ini tulisan benar-benar panjang kayak
Kelok 44 (masih suasana sumbar mode on).
Bye!