March 17, 2021

Out of My Expertise

Pada suatu hari yang indah, dengan niat mencari cuan di bidang uncomfort zone, saya melakukan servis televisi. Hal yang saya rasa bukanlah bidang saya. Tapi, dengan gelar Anak IT yang saya miliki, saya yakin bisa melakukannya.

Tentunya dibantu temen dong. Temen yang jago servis elektronik. Mukegile kalau ga ada backingan.

---

Mulanya, saya minta tolong istri untuk broadcast message ke grup WhatsApp dokter anak kami bahwa saya bisa melakukan servis alat elektronik di tempat. Alhamdulillah, ngefek lho. Setidaknya ada 4 pekerjaan servis yang saya dapat dari grup wasap ini.

Pekerjaan pertama servis mesin cuci. Selesai, dengan pergantian parts.

Pekerjaan kedua servis fan ceiling. Selesai, dengan modifikasi kabel.

Pekerjaan ketiga servis CCTV. Selesai, dengan pergantian parts.

Pekerjaan keempat yaitu servis televisi. Selesai, dengan penuh air mata.

---

Kami menyanggupi perbaikan servis televisi ini dengan bermodal video Yutub. Setelah kami telusuri beberapa video, dan kami yakin bisa melakukan servis ini.

Polarizer Mengkerut

Kerusakannya yaitu polarizer mengkerut yang kemungkinan disebabkan usia televisi yang sudah tidak muda atau televisi yang terus-terusan hidup menyebabkan lapisan polarizer mengkerut. Bahasa awamnya LCD rusak.

Jadi ganti polarizer ini reparasinya mudah. TV dibuka, kupas polarizer yang rusak, dan terakhir ganti lapisannya dengan lapisan polarizer yang baru. Saya liat di yutub, dengan bermodal obeng, sampo bayi, dan kartu ATM. Metodenya sama persis seperti ganti anti gores di handphone, cuma ini layarnya 32 inci.

Dengan tingkat kepo yang tinggi, saya membongkar televisi itu sendirian tanpa bantuan teman saya. Dari sini sudah keliatan klimaksnya seperti apa. Kepo yang membawa petaka yang menyebabkan televisi yang awalnya tidak-rusak-rusak-amat, jadi rusak banyak. LCD-nya jadi beneran rusak.

Petaka is typing...

Singkatnya, fleksibel televisi (T-Con) dari controllernya kegencet casing televisi pas saya memasang televisinya, sehingga menyebabkan sebagian layar hitam atau blank karna tidak dapat signal. 

Perlu diketahui, bahwa televisi yang rusak ini usianya sudah 10 tahun dan sangat sulit mencari parts-nya. Karena panik, saya coba menghubungi beberapa servis televisi terdekat, setidaknya ada 2 tempat servis spesialis televisi. Dan hasilnya kedua-duanya hands up terhadap masalah ini.

---

Tidak ada solusi lain, akhirnya saya menghubungi konsumen dan menyebutkan bahwa ada kecelakaan kerja yang menyebabkan televisinya semakin rusak. Sebagai komplimen dan permintaan maaf, saya pinjamkan televisi saya agar konsumen bisa menonton televisi di rumahnya. Alhamdulillah, konsumennya mau menerima penjelasan saya bahwa televisinya butuh waktu yang agak lama di UGD.


Setidaknya 2 bulan lebih saya mencari parts televisi ini. Sampai pada akhirnya, saya berencana rugi dengan membeli televisi yang persis sama seperti yang rusak. Hampir tiap hari saya cari di marketplace dengan keyword yang sama "Toshiba Regza 32" atau "32PB1E". Dan akhirnya, ketemu di Jakarta. 

Awalnya saya ketemu di OLX, terus saya rayu-rayu agar bisa transaksi di Topokedia. Tentu saja saya sebutkan permasalahannya apa dan mengapa saya butuh televisi tersebut. 

---

Setelah televisi datang di sore hari, dan ternyata televisinya beneran mulus lengkap dan berfungsi normal. Ya sudah, akhirnya televisi tersebut langsung saya antar ke rumah konsumen saya. Tentu saja, biaya servis tetap dibayar dong. Alhamduilillah. Walaupun saya takutnya tidak dibayar karena waktu pengerjaan yang lama. Oiya ini televisi yang saya dapat beneran televisi yang exacty the same model. How lucky?!

Anboksing

Jadi uang yang saya terima yaitu 650.000 dengan biaya pembelian televisi baru 900.000. Artinya saya nombok atau rugi sekitar 250.000. Tapi, (untungnya) saya dapat televisi yang mesinnya bagus walaupun LCD nya rusak

Saya masih yakin televisi ini masih bermanfaat, jadi saya jual 2 mesin utamanya di Topokedia. Setelah 2 bulan menunggu, akhirnya parts tersebut laku terjual dengan harga sekitar 350.000.

---

Ternyata saya masih untung sekitar 100.000 dan pengalaman berharga bahwa saya tidak cocok jadi tukang servis elektronik. Another plot twist of my life.

Semoga teman-teman bisa ambil manfaatnya, ya.