Setelah saya berpikir panjang ketika menulis judul ini, mood-y ini mirip banget dengan males, cuma dengan bahasa kekinian, bersilat lidah, kesana kemari, digunakan oleh public figure dan diparipurnakan sehingga maknanya agak bergeser dari males menjadi ke-agak-agak-malas-an. Tsah.
Mari kita lihat KBBI:
malas/ma·las/ a 1. tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu; 2. segan; tidak suka; tidak bernafsu.
Setuju kan males = moody?
Ternyata setelah saya searching di google, sepertinya belum ada yang mengetahui rumus ini. Jadi rumus diatas kita sebut dengan Teori Malesion Riandy.
---
Beberapa hari ini saya jarang blogwalking, padahal biasanya sering liat reading list, mengunjungi blog yang baru posting. Tapi sekarang saya lagi mood banget ngoding. Mood yang aneh, tapi begitulah. Apadaya saya menolak mood?
Saya dari kecil, sekolah, kuliah selalu berhubungan dengan komputer. Kayak passion gitu. Padahal dulunya ga mikirin tuh jadi programmer. Sekarang, setelah mendalami profesi ini, programmer itu cuma sekedar problem solver. I love solving problems.
Bener itu kata Pak Bill Gates, "I will always choose a lazy person to a difficult job. Because, he will find an easy way to do it". Seharusnya udah sepatutnya programmer itu bikin the easiest way to do everything something. Bukan cuma untuk aplikasi, tapi untuk semuanya lho termasuk bikin KTP atau Kartu Keluarga. *curhat*
Fokus fokus.
Mood ini mahal harganya. Jadi harus memanfaatkannya sebaik mungkin, seefisien dan seefektif mungkin. Ibarat artis, kalau udah di puncak karir harus pinter-pinter memanfaatkannya dengan cara investasi sana sini, buka usaha, dan bikin sensasi. Kira-kira seperti itu lah walaupun kita bukan artis.
Mau dibayar berapa sih biar kita mood? Kalau udah ga mood, udah aja gitu, selesai.
Saya biasanya me-maintain mood saya dengan target. Seperti kuliah dulu, kalo H-1, baru semangat ngerjain tugas. Jadi kayak saya memantain mood nulis, minimal 1 post seminggu atau 4 post sebulan. Kalau untuk aplikasi saya itu targetnya 1 aplikasi setahun. Minim banget emang, tapi kerjaan administrasi kantor udah bikin kayak orang gila, 1 aplikasi setahun udah syukur banget.
Selain target, bisa juga dengan tanggung jawab. Kalau kita udah merasa bertanggungjawab akan sesuatu hal, biasanya mau mood-ga-mood, pasti dilakukan. Istilahnya, mood-ga-mood harus mood. Maksa gitu. Karena udah merasa tanggung jawab dan we have to do it. Kasih contoh simpel aja, misal kita lagi ga mood ngegas motor, tapi kita merasa bertanggungjawab untuk pergi ke kantor, maka mau ga mau kita harus ngegas motor kita untuk ke kantor, atau minimal panggil ojek.
Jadi karena ini Oktober sudah mendekati akhir tahun, dan belum ada aplikasi yang dibuat serta meningkatnya mood ngoding, saya akan memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk produktif dan berguna bagi khalayak.
Sekian dari saya, terima nasi padang pake
cincang kambing.
---
Oiya kalau ada yang berpikiran foto diatas
tidak nyambung dengan posting, tenang. Foto diatas adalah situasi dimana
jam 10 malam dengan kondisi
mati lampu tapi
masih semangat rapat. Sebagai contoh
tanggung jawab atas kerjaan. Ya
mood-ga-mood demi sesuap nasi gitu.