Showing posts with label Digital. Show all posts
Showing posts with label Digital. Show all posts

August 16, 2021

The Weirdo

Kalau saya memulai blog ini sejak Tahun 2008, saya memulai menyukai fotografi sejak Tahun 2009. Usianya cuma beda setahun. Kalau ngeblog kelas 1 SMA dan fotografi kelas 2 SMA. Niatannya emang foto buat mendukung tulisan. Dan satu-satunya kamera yang saya pakai adalah Nikon D90 lawas.

Sejauh ini, saya menganut b yang hanya menggunakan 1 lensa 1 kamera walaupun pengennya lebih. Jadi lensa yang terakhir saya pakai adalah Nikon 40mm 2.8 Micro. Hasil foto bisa liat disini yah: Short Trip - Sumatera Barat.

---

Sebelumnya, saya punya lensa kit Nikon 18-105mm 3.5-4.5. Cuma ini lensa udah saya jual dulu buat beli film ðŸ˜… Walaupun ya sekarang akhirnya juga pensiun motret film ya. Bayangin dulu bisa beli film dengan harga 20rb, sekarang harganya minimal 60rb. Itupun udah susah nyarinya ðŸ˜¢

Teman-teman bisa intip lapak kamera dan film saya dulu: Kakikuda Store.

Ok, let's talk about this, Nikon 40mm 2.8. My super duper favorite lens, The Weirdo. Lensa yang jarang digunakan para fotografer. Lensa yang mungkin hanya dipandang sebelah mata, kayak Chelsea di Champions League ðŸ˜…

Foto kardus biar berasa unboksing

Ada beberapa faktor, yang pertama ini lensa makro. Foto makro ini memotret benda dengan sangat dekat sehingga menampakkan detail-detail yang tidak kelihatan oleh mata kita. Misal foto nyamuk, foto kelopak bunga, atau foto-foto lainnya. Untuk foto makro, lensa ini lumayan bagus. Tapi, karena ukurannya cuma 40mm, jadi "kurang makro" gitu. Dimana biasanya lensa makro itu minimal banget ukurannya 60mm atau 80mm.

Kedua, lensa ini memiliki format DX. Dimana hanya bisa digunakan untuk kamera-kamera "non-profesional". Jadi kamera profesional itu identik dengan Full Frame (FF) yang biasanya harganya lebih mahal daripada kamera lainnya. So, lensa ini jarang dilirik oleh fotografer lain karena tidak future-proof. Duh istilah awak udah kayak orang propesional aja ðŸ˜°

Oke, yang terakhir. Ini lensa sudut pandangnya agak sempit. Sedikit menyusahkan ketika menggunakan lensa ini untuk foto landscape. Jadi kalau mau foto landscape gitu, harus mundur jauh bener baru dapat angle dan view yang baik.

Kesimpulannya, lensa ini ngga future-proof, sulit foto landscape, dan untuk makro kemampuannya ya biasa aja gitu. 

But, I loved this lens. Againts all odds. Sah bener jadi anak senja ini mah.

---

This Weirdo menemani saya hampir 7 tahun. Lebih lama dibanding lensa sebelumnya yaitu 4 tahun. Hal yang paling saya suka yaitu bukaan-nya 2.8 jadi bisa foto di tempat remang-remang gitu masih bagus. Kadang suka foto anak di kamar dengan pencahayaan minim, masih bagus. Mungkin kalau rumah Rafi Ahmat yang terangnya kayak konter hape ga ngefek pake ini lensa.

Kamar gelap modal lampu 3w

Kemudian NO ZOOM-ZOOM! Jadi ga perlu mikir lagi tentang posisi objek. Kalau kurang jauh, tinggal mundur. Kalau kurang dekat, tinggal maju ðŸ˜… Jadi konsepnya sama kayak kamera point-and-shoot atau sama kayak kamera handphone (yang ga pake zoom).

Selanjutnya, buat foto produk atau makanan, rancak bana! Dulu seluruh foto produk, instagram, dan cookpad istri semuanya pakai lensa ini. No complaints!

Seiko-ji

Terakhir adalah warnanya. Tone color yang warm dengan high contrast dan high detail. Sangat-sangat tipe saya sekali. Buat yang ga suka kontras bakal ga suka sama lensa ini, alias perlu diedit lagi. 

---

Tulisan ini untuk mengenang The Weirdo. Sebuah tulisan yang penuh dengan kenangan manis. Kenangan buruk ada sih yang kadang salah pokus. Emang ga ada lensa yang sempurna dengan harga murah. Tapi, lensa ini cukup versatile dan all-rounder buat yang sering foto objek di rumah dan sesekali bepergian.

Semoga pemilik The Weirdo selanjutnya, tetap memegang teguh pancasila sebagai dasar negara tanpa perlu mengepakkan sayap kebhinekaan.

April 22, 2013

Teman Digital

HUYAH! Hari senin hari yang paling indah sedunia! *dicakar ayam*

---

sebagai mukadimah pada posting ini, kita hidup di dunia digital.. ya, walaupun antena TV kita masih analog ya, atau masih pake FM radio yang antena-nya kayak kamen rider itu, atau ya kaset tape yang sekarang udah ga tau mau dihidupin dimana selain dalam mobil (kalo mobilnya masih punya teknologi tape).

jadi, TV, radio atau kaset tape udah berubah seiring perkembangan teknologi.. TV jadi digital, contoh di hape cina gitu.. atau radio yang sekarang hampir semua jenis handphone punya, ato kalo yg ga ada tinggal download doang aplikasinya.. kaset tape mah udah ketutup sama kaset CD atau MP3 bajakan

satu-satunya yang susah dibikin digital itu kayaknya cuma radio amatir (orari) yang emak gue punya..

dan intinya dari semua paragrap diatas adalah.... sekarang kita hidup dunia digital. titik dua: 

*melirik sinis pembaca yang baca serius dari awal*

ya seperti itulah, film yang analog aja udah bisa di scan buat di share di media digital, dan analog dan digital saling bersahabat ya begitulah adanya.. cuma manipulasi analog ga ada yaa *dibakar

jadiiii, buat menemani lingkungan digital, tentu perlu device.. nah, berikut ini adalah 4 device yang paling penomenal menurut o*n th*e sp*ot! *pencuma aja nyensor*

---




Nikon D90 ompong, lensanya digadai buat beli film.. punya sejak 2009, sangat berkontribusi dalam  Pekanbaru Daily Photo.. pernah jatuh secara tragis 1 kali, pernah kena cat waktu ngecat kamar, jarang dibersihin, tapi selalu setia menemani kemanapun kapanpun kayak deodoran selama ada lensa dan battere.. what a life..



Sony Ericsson Xperia Mini Pro, hape android kedua yang dibeliin orangtua. sebelumnya Sony Ericsson X10 Xperia Mini Pro.. yang ini juga setia menemani walaupun umurnya belum prima 1 tahun.. menamani dikala senang sedih dan suram, dan selalu menjadi pilihan yang tepat dikala motorgraphy (seni memotret diatas motor dan sebaiknya jangan ditiru) dan yang paling penting jembatan penting dengan pacar ya hape ini lah *smooch pacar dimuka umum* *disodok pake garpu cottonbud*



PC RAKITAN CIHUY ALIBABA! merakit dan menunggu, menunggu dapat rejeki.. walaupun hampir 3 bulan ngerakitnya, tapi ya hasilnya sangat puas! selalu menemani dikala ngerjain tugas di semester 3 kemarin karna umurnya yang masih seumur coboy junior.. kalo spec-nya sih udah ketinggalan 1 tahun sih hik..



DAN INI! Kodak M763 kamera digital pertama gue yang udah seumur coboy senior! menemani dari SMP kelas 3, motret-motret kayak bule di pasar ramayana, terus pernah dibawa kakak ke Siak (salah satu kabupaten di Riau), terus pensiun dini karna udah beli DSLR dan akhirnya dipake lagi karna lensa DSLR dijual, ah what a camera.. 

jadi akhir-akhir ini, poto-poto yang ada di blog gue ini dari kamera futuristik antagonis ini deh. motretnya harus kondisi outdoor, that's why gue sering poto sore-sore di teras rumah XD

kayaknya cuma segini deh, teman buat masuk kedalam dunia digital gue.. ada laptop sih, tapi belum ada yang setia menemani seperti keempat saudaranya ini :'(

DAH! *kukuruyuk*