February 11, 2019
Mungkin, Pensiun Motret Film
February 22, 2011
Ada Apa Dengan Mini Diana?
dan teorinya cuma simple: Dont think, and shoot!
kalo Rulesnya cuma 10 biji: Ten Golden Rules
Features di Mini Diana:
- Square and rectangular half-frame formats at the flick of a switch
- Takes all types of 35mm film
- Shoots up to 72 shots per film on half-frame mode
- Shoots up to 36 shots per film on square mode
- Requires standard 35mm film development
- Ultra-compact and pocket-sized
- Multiple exposure functionality
- ‘B’ mode for long exposures
- Cable release attachment – a Diana first!
- Sunny and cloudy exposure settings
- Tripod mount
- Diana Flash Plug (Diana Flash available separately)
- Overlap frames across photos for endless abstract panoramas
- Compatible with the stunning Diana Flash
ini dia beberapa jepretan dari roll pertama:
ini pae film Superia 200. satu-satunya film negatif yang ada di Pekanbaru mungkin ini mah XD hahaha.
buat yang pengen milih kamera toycam/lomo bisa download pdf berikut:
buat yang pengen ngeliat hasil jepretan kamera analog juga bisa disini:
Buat yang pengen e-magazine tentang kamera analog/toycam bisa disini:
Buat yang pengen liat-liat berita terbaru tentang kamera analog/toycam bisa liat disini:
August 14, 2021
Sherlock Homeless
Tidak tiap hari saya bahas tentang film. Paling yang sering dibahas adalah film tapi bukan film. Bingung kan?
Okay, I think this film deserves to be published on this blog. Sherlock Holmes. Abaikan judul tulisan ini.
---
Mungkin lebih tepat disebut serial kali ya, daripada movie atau film. Buat yang belum tau, ada beberapa film terkait Sherlock Holmes ini. Ada 2 yang saya tau yaitu diperankan sama Pewangi Pakaian Junior dan Benedict Cumberbatch. Nah, yang kita bahas yang diperankan oleh Mas Benedict ini, alias Sherlock Holmes the Series.
![]() |
| Sherlock & dr. Watson |
Sebagai pria sederhana yang suka Dragon Ball, jujur, saya lebih suka film yang mudah, simpel dan mudah dimengerti (most of the time). Ada beberapa alasan mengapa saya kurang suka menyukai film serial seperti menontonnya butuh waktu yang lama, menguras energi karena kepo episode selanjutnya, dan terakhir banyak bener teori konspirasi yang beredar diantara fans.
Sebagai pria sederhana yang suka film National Treasure, seumur hidup saya hanya nonton beberapa serial. Tidak banyak pastinya. Ada Mr. Robot, Game of Throne, sama Bajaj Bajuri. Ada beberapa serial lagi on my list seperti Breaking Bad dan Money Heist. Tapi jujur, salah satu hal yang paling berat selain menuntut ilmu adalah memulai nonton serial. Jangan sampai seperti Game of Thrones, setelah 7 season yang sempurna, harus berakhir dengan 1 episode terakhir yang merusak semuanya.
---
Sebagai penggemar komik Detektif Conan pada zamannya. Serial Sherlock ini sangat menghibur dengan humor yang pas ala-ala Britania Raya, kasus yang menarik, dan yang paling penting akting seluruh pemainnya sangat sempurna! Baik itu akting secara personal ataupun secara chemistry tiap-tiap pemain. Agak salah emang membandingkan film ini dengan film kartun. Maaf ya.
![]() |
| The Wrong Conan |
Kalau dihitung-hitung, mungkin saya udah ada sekitar 10 kali mengulang serial ini. Tentu tidak dalam waktu yang berdekatan ya. Walaupun udah tau ceritanya, tapi tetap aja worth to see ketika dimainkan sama Benedict dan Martin Freeman ini. Ga salah emang kalau mereka berdua masuk MCU bukan ICU.
Officially, Sherlock the Series ini udah tamat dengan 4 season. 1 season terdiri dari 3 episode dengan waktu tayang sekitar 90 menit per episode. Jadi menghemat energi untuk tidak kepo season selanjutnya dan tentu saja menghapus seluruh teori-teori konspirasi yang beredar terkait Sherlock Season 5. Walaupun ya para penggemar tetap menginginkan film selanjutnya untuk menutup seri ini.
Tapi menurut saya, dengan akhir yang sempurna di Season 4, Season 5 ini rasanya tidak perlu lagi. Masih ingat kejadian Toy Story 3 kan? Setelah ending yang sangat sempurna, Toy Story 4 sepertinya tidak diperlukan lagi. Cuma emang ide ini tidak akan diterima baik oleh para kapitalis 😅
---
Oke, dengan modal serial yang telah ditonton Mr. Robot dan Game of Throne, pilihan serial terbaik menurut saya adalah Sherlock. Maafkan atas minimnya referensi dan nominasi serial. Mungkin penggemar Money Heist, Breaking Bad, Friends, atau bahkan serial bagus lainnya pada teriak-teriak. Maaf ya, lagian ini kan bukan Golden Globe gitu.
Pada akhirnya, mungkin latar belakang dr. Watson yang menjadi Blogger-nya Sherlock yang bikin serial ini berbeda menurut saya. Mungkin adanya kecenderungan atas kesamaan profesi kali ya. Serial ini berakhir di Tahun 2017, dan menurut saya amat sangat cocok ditonton sampai Tahun 2032.
Jadi, apa serial favorit teman-teman?
September 4, 2011
Kenapa Analog? Part I
4. Eksplorasi Film
8. Redscale without Photoshop!
hasilnya seperti ini ntar..
11. Multiple Eksposuree!!!
jepret beberapa kali dalam 1 frame!
12. Light Leaks!!
tungguin part 2 yaaakk!!!
* kepanjangan gak ya? T.T
** semoga dibaca deh ya T.T
February 13, 2013
Kamera 1 - Lomography Diana Mini
cuma berhubung gambarnya ntah kemana, mending ga usah dibuka haha
technically bisa dibaca disini juga : Microsite Diana Mini
tapi berhubung minim dana, ga sempet nyobain pake film slide.. kelebihan kamera ini juga bisa MX alias
yak, kita lanjut ke kekurangan kamera ini.. ga tau ini masalah umum, ato cuma kamera gue doang yang begini.. jadi kadang film nyangkut di reel dan bisa menyebabkan penyangga sprocket yang ada di reel itu patah (punya gue udah beberapa patah), kalo ga patah, sprocket (bolongan pada film) ini sobek..
tekanan kamera ke muka kita lebih besar dari tekanan shutter pada kamera - Issacius Newtunus
permasalahan ketiga adalaaahhh........ fokusnya yang ribet parah! jadi fokusing diana mini ini berada didekat lensa, tepatnya sekitar lensa dalam (warna item).. ga kayak Diana F+ yang fokusnya ringan banget, yang saking ringannya malah kadang missfocus (karena ring focusingnya agak longgar).
nah kalo di Diana Mini musti telaten buat mindahin fokusnya, karena berat (muter ring fokusnya) dan ringnya yang agak kecil bikin susah diatur pake jempol segede unta liar ini *ngalem*
saran buat masalah ini, ga ada. titik segede biji buah Dzarah
Hasil Diana Mini jepretan sendiri coba dimari : Buytank - Diana Mini
bagi anda yang tersesat di Google kemudian galau memilih kamera, cari maka carilah dan hati-hati dalam memilih
bagi anda yang mungkin nyasar mencari tugas mata kuliah Sastra Swedia, mungkin ini mimpi buruk
bagi anda yang masih konsisten galaunya memilih kamera setelah membaca posting ini, beli maka belilah sesungguhnnya kamera diciptakan untuk dibeli
Akhir kata, silahkan simpulkan sendiri sajalah, udah gede kan? UDAH GEDE KAN?????!!! *ditabok*
June 7, 2013
Kamera 2 - Fisher Price 35mm
- Buka batere (kalo ga sabar)
- Tunggu sampe lampunya mati sendiri (kalo sabar)
- Tunggu sampe batere nya abis (kalo sabarnya tingkat dewa)
Cuaca hampir sama dengan foto pertama, cuma tonal-nya beda banget. Ya seperti itu lah film, expect the unexpected XD
Nah ini cuacanya udah mendung mau hujan, fotonya begini ini lah. Grain dimana-mana, tapi ya masih lumayan lah walaupun gelap begini hik
July 27, 2013
Kamera 3 - Lomography Fisheye 1 Rob Ryan






"Such magic is this reassure and cheer you on this, your great journey. " - Rob Ryan


Bentuk film-nya seperti ini dan hasilnya seperti ini :



Diatas adalah film / canister yang digunakan, dan hasilnya :





- Kalau mau motret, hati-hati lenscap, jari dan orang disekitar tidak berada dekat kamera untuk menghindari masuknya objek tidak diinginkan kedalam foto.
- Tidak ada Multiple Exposure dan Fisheye Viewfinder seperti kakaknya Fisheye 2.
- Compact dan simple.
- Lenscap rentan putus.
- Lensa super material plastik.
- Viewfinder dan flash yang seperti tidak ada guna.
- Tuas rewind rantan patah.
- Ga pake battery.




