ADA APA?! Ada apa dengan
Mini Diana?! hahaha. gue lagi kena virus
Analog-Fever. semacam penyakit yang demam sama kamera analog, lomo dan toycam. lah bukannya gue punya
Nikon D90?! buat apa beli kamera jadul analog kayak
jaman dulu?
Kenapa analog? jujur, gue gak ngerasa ngerti pake DSLR. ngerti sih ngerti tapi hasilnya kurang pas. gak ada yang unik dan semua poto gue ya itu, biasa aja. belum lagi buat eksplorasi di DSLR itu muahal. hahah. lensa segini, sejuta. lensa gitu 10juta, lensa gini 8 juta. hahhaa.
kalo di analog, itu duit 10 juta, 5 juta bisa buat beli lebih dari 2 kamera bagus hahha. lengkap sama film-film mahalnya. dan hasilnya itu gak bisa kita kira. hasilnya DUAJUTAPESEN UNIK!! tapi ingat, buat satu foto di analog itu ngga gampang. harus liat film camera, cuaca dan keberuntungan.
dan lagi, eksplorasinya ga perlu beli lensa, cukup beli film. dan tiap film beda hasil jepretannya. beda kamera beda juga hasil jepretannya. intinya, ga ada gambar yang benar-benar persis sama.
pertama kali liat analog sih, ga gitu tertarik sama Mini Diana, karna lebih tertarik sama
Diana F+. Karna itu kamera pake
Film 120 yang agak susah nyarinya, gue urungin niat. apalagi di Pekanbaru tempat
cuci poto dan jual film sangat terbatas.
dan teorinya cuma simple:
Dont think, and shoot!
kalo Rulesnya cuma 10 biji:
Ten Golden Rules
Terus dua pilihan muncul, antara
Fisheye 2 dan
Golden Half Frame. karna suatu hal, Fisheye 2 gue coret dari list dan tinggal Golden Half Frame. lalu teman nyaranin buat beli
Mini Diana dibanding sama Golden Half Frame.
Features di Mini Diana:
- Square and rectangular half-frame formats at the flick of a switch
- Takes all types of 35mm film
- Shoots up to 72 shots per film on half-frame mode
- Shoots up to 36 shots per film on square mode
- Requires standard 35mm film development
- Ultra-compact and pocket-sized
- Multiple exposure functionality
- ‘B’ mode for long exposures
- Cable release attachment – a Diana first!
- Sunny and cloudy exposure settings
- Tripod mount
- Diana Flash Plug (Diana Flash available separately)
- Overlap frames across photos for endless abstract panoramas
- Compatible with the stunning Diana Flash
yang gue suka disini adalah bisa ganti format Half frame (24x17) sama Square Format (24x24). kalo half frame bisa bat 72x jepret dan square format bisa 36x jepret. bisa Multiple Exposure dan ukuran bisa masuk kantong ini yang bikin ge makin suka ini kamera :D
ini dia beberapa
jepretan dari roll pertama:
ini pae film
Superia 200. satu-satunya film negatif yang ada di
Pekanbaru mungkin ini mah XD hahaha.
buat yang
pengen milih kamera toycam/lomo bisa download pdf berikut:
buat yang pengen ngeliat
hasil jepretan kamera analog juga bisa disini:
Buat yang pengen
e-magazine tentang kamera analog/toycam bisa disini:
Buat yang pengen liat-liat
berita terbaru tentang kamera analog/toycam bisa liat disini: