Showing posts with label Tech. Show all posts
Showing posts with label Tech. Show all posts

February 17, 2019

Web Portfolio

Beberapa hari ini tidak enak badan dikarenakan sinusitis kambuh. Buat yang belum tau, sinusitis bukan bentuk kecintaan yang berlebihan terhadap perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring. Sinusitis merupakan infeksi pada jaringan sinus yaitu pada bagian kiri kanan hidung dekat tulang pipi. Untuk lebih lengkapnya, bisa baca artikel ini ya. Takut terlalu bermanfaat kalau saya ketik ulang disini.

Nah, asumsi saya, hal ini dikarenakan asap. Bukan asap kebakaran hutan, tapi asap kebakaran sampah. Saya masih takjub sama orang-orang yang masih membakar sampah di halaman rumahnya.  Ga ada etikanya. Kalau asapnya untuk hal bermanfaat ga ada masalah, misal asap bakar sampah tadi bisa digunakan untuk mempercepat laju pertumbuhan bakteri Lactobacillus Casei pada pencernaan.

Nyatanya, mempercepat pelepasan hormon adrenalin untuk memaki dan mencaci.

Pengecualian untuk asap sate padang dan ikan bakar, saya masih tolerir sih. Mukadimah penuh emosi kali ini disponsori oleh tetangga saya yang nilai PpKN nya dibawah rata-rata.

---

Setelah menemukan jati diri dengan membuat Curriculum Vitae edisi 2017, saya pikir sudah tepat waktunya untuk membuat web portfolio. Membuat web portfolio yang komprehensif, enak dibaca dan menarik itu susah. You have to know yourself first, kemudian mencari hal apa yang bisa dijual lalu ditulis dengan bahasa yang menarik dalam layout yang bagus.


Untuk saat ini, web portfolio saya kira-kira progress-nya udah 85%. Rencananya ada fitur blog juga di portfolio ini, untuk sharing hal-hal yang berfaedah dalam bahasa Inggris. Kalau blog Andiebuytank ini rasanya, biarkanlah begini saja. Saya tidak ada berniat untuk menggunakan domain berbayar, mengubah isi, ataupun menggunakan platform lain untuk blog ini. Biar tetap ngeblog rasanya.

Dalam proses pembuatan portfolio ini juga memudahkan saya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan saat interview pekerjaan. Hahaha.

---

Saya rasa tidak hanya desainer yang perlu membuat portfolio, tapi semua orang baik dibidang kreatif ataupun non-kreatif sebagai showcase karya, penghargaan, kontribusi, organisasi dan lainnya.

Jadi, adakah teman-teman yang sudah memiliki web portfolio? I'll love to see it!

October 12, 2017

Cerdas Cermat

Mengingat setelah kecewa dengan Sony M4 Aqua yang telah rusak kemarin.

Menimbang dengan sedikit rejeki berlebih, banyaknya cashback di marketplace tertentu, pertimbangan keuangan yang matang hingga akhir bulan, pengaruh cairnya es di kutub terhadap hasil pertanian, dan ketimpangan pendapatan pada daerah pesisir laut.

Saya memutuskan untuk membeli handphone baru dan bukan merk Sony.

---

Mungkin banyak yang bingung antara perbedaan orang pelit dan perhitungan. But, I know. Perbedaannya apa? Jika dihadapkan dengan kebutuhan primer atau sekunder selalu mencari yang paling murah tanpa pertimbangan. Nah, kalau perhitungan, selalu mencari yang terbaik dengan harga yang tidak selalu murah.

Perbedaannya, yaitu pertimbangan.

Saya termasuk orang yang perhitungan, jadi ketika saya memutuskan untuk membeli suatu barang, saya akan cari review, kelebihannya apa, kekurangannya apa, pelayanannya bagaimana, klaim garansi seperti apa, perbandingan dengan produk sejenis gimana, sehingga apabila dikumpulkan bisa jadi thesis.


Dan pilihan handphone baru saya, HTC One (M8). Handphone ini salah satu handphone terbaik..... pada tahun 2014. Saya belinya second like new halah tetep aja second.

Handphone ini pada tahun 2014, harganya bisa mencapai 9 Jutaan. Sekarang saya beli dengan harga seperlimanya. Alhamdulillah dapat dengan kondisi yang baik dan mulus. Perbedaan dengan handphone baru, saya belinya ga pakai unboxing terlebih dahulu halah banyak gaya.

Menurut saya, ini salah satu smartphone android dengan desain terbaik. Flawless! Desain unibody dengan bahan alumunium (90%), dual front-face speaker, dual camera jauh sebelum iPhone 7+ dateng di tahun 2016. Selain itu, saya juga males banget liat brand handphone sekarang dengan model-model yang hampir identik, apalagi setelah banyak merk-merk baru hadir yang billboard-nya dimana-aja-ada.

Dengan desain sempurna (setidaknya bagi saya), memang saya agak mengesampingkan spesifikasi hardware. Tapi hardware tersebut masih sangat sangat layak untuk digunakan pada tahun 2017. Lagian saya gunain cuma buat social media, foto dan light gaming, bukan hardcore gaming. Jadi yang penting asal ngga lag aja. Emang apalagi yang penting selain ngga lag? Kalo saya sih no.

Dengan harga segini, jika dibandingkan dengan handphone baru merk lain, saya rasa tidak ada yang bisa menandingi HTC One M8 ini. Mulai dari desain, kamera, speaker, manajemen memori dan interface. Jika ada kesempatan, nantinya saya akan bikin Deep Review handphone ini.

---

Untuk teman-teman yang pengen/ingin/mau/berkeinginan untuk membeli handphone baru dengan budget yang ga begitu besar tapi tetap bagus dan prestise tetap tinggi, membeli handphone second tidak ada salahnya. Asal belinya dengan seller yang jujur dan amanah. Perlu diperhatikan juga bukan barang rekondisi (biasanya dengan segel garansi resmi yang belum rusak, bukan segel bikin baru). Kemudian fisiknya bagus dan original.

Jangan beli terlalu murah dan terlalu mahal.

Pastikan tidak ada masalah terhadap handphone tersebut. Caranya, dengan banyak cari-cari review di internet, pastikan tidak ada masalah susah cari signal, cepat panas dan lainnya.

Terakhir yang paling penting, belilah dengan metode cerdas cermat. Cerdas ketika mempertimbangkan dan cermat ketika meneliti. Paragaf-paragaraf diatas salah satu contoh penggunaan metode cerdas cermat ini.

Sekian dari saya, terima cash dan kredit.

October 9, 2017

Kronologi Tewasnya SSD

Dari 2008, saya itu sudah menghancurkan 3 laptop. Mulai dari berbagai merk, berharap saya bisa menemukan laptop yang rough sesuai dengan kerasnya jari saya. Masa transisi laptop saya bisa dibaca disini.

Sebenarnya kata-kata menghancurkan ini tidak tepat, harusnya itu terhancurkan, karena saya tidak ada niat menghancurkannya tapi itu laptopnya aja yang ringkih tidak bisa mengakomodir besarnya jari saya (nyalahin laptop).

*alesan aja lu*

Tapi dari semua laptop yang rusak, ada 1 komponen yang saya paling jaga dan selalu tidak rusak ditiap-tiap laptop saya. Hardisk.

---

Hardisk ini merupakan komponen favorit saya, yang selalu menjaga data-data saya sejak jaman dulu, tugas-tugas kuliah, presentasi-presentasi yang saya buat, foto-foto saya kecil dan lainnya.


Jadi tahun 2013, alhamdulillah kesampaian rejeki untuk built PC. Hal ini dikarenakan kuliah animasi dan android dimana laptop kecil saya tidak akan mampu untuk menghadapi cobaannya ketika render dan deploy.

In the name of speed, saya dulu beli prosesor yang paling mahal, SSD (Solid State Drive), HDD (Hard Disk Drive), casing yang bagus, watercooling untuk prosesor dan RAM yang gede. Ternyata untuk komponen-komponen yang mahal perlu power supply PC terbaik pula dan tentu harganya tidak murah. Jadi pesan moral yang saya dapatkan yaitu: "Apabila perangkat yang kita beli mahal, maka komponen-komponen mahal akan datang sesudahnya".

Ibarat beli smartphone mahal, terus beli cas abal-abal, tentunya smartphone mahal akan cepat rusak.

---

Jadi baru-baru ini, saya udah jarang pakai PC, karena ternyata saya lebih nyaman ngoding pakai PHP yang minim resource dibanding bahasa pemrograman lain yang boros resource.

Mengingat SSD ini lebih hemat energi, lebih ringan dan lebih cepat (tentu dilengkapi dengan lebih mahal), saya berniat untuk mengambil SSD PC untuk ditancapkan ke laptop. Walaupun ya SSD cuma 60 Gb yang penting cuma buat instal windows, office dan browser. Untuk data-data lain bisa pakai hard disk eksternal, mengingat harga hard disk external udah murah banget sekarang dan data kita bisa diakses dimana saja selagi masih ada colokan USB.

Kemudian, bongkar PC, copot SSD, pasang di laptop.

1 hari lancar, 2 hari lancar, 3 hari lancar, 4 hari SSD rusak.

Disitu saya merasa luluhlantak.

---

Setelah beberapa kali reka ulang peristiwa, menelisik bukti-bukti lapangan, bertanya kepada ahli dan studi literatur, saya mendapat kesimpulan memang SSD emang memiliki teknologi yang lebih baik daripada HDD, tapi disamping itu kalau sudah rusak, yasudah, tidak ada yang bisa diselamatkan.

Kemudian, saya install ulang laptop saya ini 2 kali menggunakan SSD, mungkin karena hal ini juga memperpendek umur SSD, yaitu sering diinstal ulang.

Terakhir, karena SSD saya ini generasi awal, mungkin tidak begitu tahan terhadap goncangan.

Akhirnya hardisk laptop saya ganti dengan hardisk semula, instal ulang lagi, dan berjalan seperti semula. Komputer saya juga tetap bisa hidup, karena masih ada HDD-nya. Tapi yang bikin hati hancur ya itu tadi, SSD rusak setelah dipindahin ke laptop. Padahal sebelumnya 4 tahun digunain di PC ga ada masalah. Sakit hati abang, dek.

Sekian dari saya, terima SSD baru with Box.

*ngarep*

September 8, 2017

Telah Gugur Pahlawanku

Udah hampir 1 bulan handphone saya rusak. Bukan kali ini handphone saya rusak, tapi baru kali ini kerusakan bukan diakibatkan oleh kelalaian saya. 

Tapi emang karena device-nya aja tuh yang bermasalah.

---

Udah dari tahun 2009 saya menggunakan Sony Ericsson (SE). I'm big fan of SE. Mengikuti tiap perkembangannya, walaupun emang cuma mampu beli hape mid-end.


Semua handphone diatas, handphone yang saya gunakan sejak SMA. Semuanya rusak karna saya. Masuk air lah, fleksibel lah, casing retak lah dan lain sebagainya-lah. Alasan saya pilih SE karena UI nya yang saya sangat suka dan desainnya yang selalu outstanding. Prok prok prok.

Agak sedih emang tahun 2014, Sony ambil alih saham Ericsson. Hiks. Terus ganti nama. Terus semua desain handphone-nya seperti kembar siam cuma beda ukuran layar. Premium design is no more.

Tahun 2012, Alhamdulillah saya masih sempat ngicip Xperia Mini Pro dan bertahan hingga 2014. Tahun 2014, karena melihat tidak ada handphone murah dengan desain yang bagus, so I choose HTC One V.

Dan akhirnya, setelah beberapa tahun kecewa sama desain Sony, Tahun 2015 saya membeli Sony Xperia M4 Aqua.

---

Mengingat handphone ini dibeli menggunakan gaji sendiri, sudah sepatutnya dia diperlakukan bak raja dubai. Dibeliin hardcase-nya, dibeliin screen protector yang bagusan dan sangat jarang sekali terjatuh.


Saya beli M4 Aqua ini sekitar bulan Juni 2015. Waktu pertama kali keluar kalau tidak salah. Belinya karena tipis, bagus dan anti-air. Intinya CLBK sama Sony yang telah mengecewakan saya di Tahun 2012.

Jika dibeli dari Juni 2015, berarti umur M4 Aqua ini dengan saya sekitar 2 Tahun 2 Bulan.

Selama 11 bulan, saya menggunakan handphone ini tanpa masalah. Tapi kemudian blue-screen dan lemot. Karena masih garansi, saya service di service center resmi, dan alhasil menunggu selama 2 bulan dengan penggantian mesin.

Setelah itu berjalan seperti biasa. Hingga Agustus 2017, si blue-screen ini muncul lagi tanpa garansi tentunya. 5-7 Harian masih bisa digunakan walaupun lemot luar biasa. Kemudian gugur di medan perang. Terus bawa ke tukang servis handphone, mereka juga angkat tangan karena yang rusak adalah mesin, dan tidak ada parts-nya.

Setelah mencari sana-sini referensi tentang blue-screen ini, sepertinya ga cuma saya yang mengalaminya. Walaupun agak senang karena merasa tidak sendirian, tapi saya tetap merasa tidak senang dengan kerusakan hardware.

Sony Xperia M4 Aqua ini adalah bangkai handphone saya yang paling mulus.

---

Menurut saya, smartphone yang baik itu bukan smartphone dengan harga tinggi dan spesifikasi hardware yang wah, tapi smartphone yang hadware-nya dan software-nya saling support sehingga keduanya bekerja secara efisien dan efektif. Sejauh ini, merk handphone dengan ciri-ciri sebelum kalimat ini cuma Sony Ericsson / Sony dan HTC

2 merk di paragraf diatas hidupnya sekarang kembang kempis, karena penjualannya sedikit, dan terlalu sering merugi. Walaupun begitu, masih banyak user yang tetap menggunakan smartphone dengan 2 merk ini dengan cara mencari barang second like new atau barang baru stok lama (NOS).

Saya termasuk orang dengan tipe seperti paragraf di atas.

Jadi, teliti sebelum membeli, jangan sampai kerusakan mesin menjadi akhir hidup smartphone anda. Harusnya keteledoran anda-lah yang mengakhirinya. Paragraf sesat.

Sekian dari saya, terima kuaci tanpa kulit.

June 20, 2017

Banting Stir

Sejak 2008, blog Andibuytank / Anything.is.Possible ini bercerita tentang anak SMA yang baru kenal internet dan baru dikasih laptop sama orang tua. Dikata ngeblog biar terkenal plus kaya seperti Raditya Dika dengan Kambing Jantannya. Jadilah, Andiebuytank isinya tentang pengalaman pribadi / jurnal / diary serta kebodohan kepolosan seorang anak SMA.

Maksud hati ingin kaya plus terkenal, it didn't work. Tahun 2009 - 2011, saya coba mengubah tujuan ngeblog saya menjadi seru-seruan bersama Blogger Bertuah plus sharing foto tentang Pekanbaru. Karena minim banget referensi foto dan info tentang Pekanbaru saat itu.

I found my vision where I'm going to sail this blog. #tsah.

Tahun 2012, setelah hiatus ditahun 2011, sudah kuliah semester 2, menyadari, akan, alaynya blog saya. Tulisan yang dulu tiba-tiba merah, tiba-tiba ijo, tiba-tiba besar, tiba-tiba keluar kata-kata yang senonoh, mengabaikan adab-adab penulisan yang baik dan benar, banyak typo, dan konten yang tidak jelas. Jadi intisari tentang blog saya itu, "Susah dibaca dan tidak jelas isinya". Udah susah dibaca, pas udah dibaca ga ada intinya pula. Siapa yang mau baca hah?! *ternyata banyak* *banyak yang tidak sanggup*

I changed my blog's vision. I want to write.

Jadi di blog ini kalau diteroka tahun 2008 - 2011, alay banget! Tapi tidak saya hapus karena blog ini benar-benar cerita panjang hidup saya, walaupun beberapa ga guna penting, tapi merupakan batu dasar loncatan saya untuk loncat ke batu yang lain. Semacam milestone gitu. Atau Checkpoint.

Saya emang sempat alay dulu. Tapi kan dulu. Ya kan ya kan? *mencari pembenaran*

---

Tahun 2017, visi saya masih belum berubah, masih ingin menulis cerita sehar-hari, masih ingin sharing yang lumayan sedikit agak berguna di bidang yang saya sukai. Desain, Koding dan Potographi (DKP).

---

Saya suka banget review barang. Berbagi pengalaman buat mereka-mereka yang mau beli produk yang sama. I'm detail-oriented person. Kadang mau beli sesuatu, tapi minim banget reviewnya bahkan ga ada, kadang ga menyentuh hati, kadang ga detail dan sebagainya. Ga ada yang benar-benar memuaskan hati saya untuk hal review-reviewan ini di Indonesia. Maybe I will write review about things later. Independen (tidak dibayar oleh merk tertentu), objektif dan sangat detail. Cocok banget buat nyalon di pemilihan Walikota Pekanbaru.

Derby Wingtip by Portee Goods

Keyholder by Waku Indonesia

Things I like to review are: Books, Camera, Leather Craft, Carry Goods, Electronic (kalo ada duit) dan everything labeled local (Indonesia) brand.

Kira-kira begitu kondisi banting stir-nya Andiebuytank. Sekian terima kasih.

June 13, 2017

Thank You Yahoo

Berhubung masih hot, turut berduka atas dijualnya Yahoo kepada Verizon dengan harga sekitar 4 Trilyun IDR. Verizon ingin Yahoo fokus dilayanan email saja, so, si Yahoo dimerger dengan AOL menjadi perusahaan baru namanya OATH.


---

Sedikit sejarah, email yahoo saya andiegokil@yahoo.co.id, dibuat tahun 2004 dan masih dipakai sampai sekarang. Umurnya udah 13 tahun, alhamdulillah sudah tamat SD dan mau masuk SMP. Eh?

Sejak tahun 2009-an Yahoo memilih untuk berhenti berinovasi dan lebih fokus nyari duit. Mungkin ini penyebab utama awal runtuhnya dinasti ming Yahoo. Tahun 2010-2012an, saya masih sering menggunakan layanan Yahoo Messenger untuk jualan. Gampang sekali untuk chat-chat dengan calon pelanggan, cukup tempel widget YM di forum atau blog dan bisa langsung ngobrol. Lebih mudah digunakan daripada G-Talk atau messenger lain. I think, Yahoo Messenger is keeping Yahoo Alive.


Tapi untuk layanan email, saya sangat jarang menggunakan Yahoo Mail karena tidak nyaman digunakan dan susah dioperasikan kalo punya koneksi lemot.

Romantisme saya sama Yahoo kian berkurang sejak CEO Yahoo diganti sama Marissa Haque Meyer dan Yahoo ganti logo. Yahoo kian berubah dan akhirnya I brake up.

Eh, I broke up.

---

Berkaca kepada Yahoo. Raksasa sebesar Yahoo pada jamannya, yang mau beli Google dan Facebook seharga 1 Milyar US$, bisa bangkrut karena berhenti untuk berinovasi. Apalagi kita yang ga bisa beli Facebook atau Google lalu memilih untuk tidak berinovasi?

---

Thank you for incredible years, Yahoo.

---

Photo Credit:
Oat Choco: Imagination Music Store
Yahoo: As the Mayer era winds down, Yahoo’s PR head is departing
Referensi: RIP Yahoo: Tak Ada yang "Too Big To Fail"