June 9, 2017

My Half Journey

Mode: Agak Serius (ON)

Awalnya iseng, akhirnya keranjingan. Tentang apa? Islam.

Pertanyaan awalnya iseng, apa benar sholat saya selama ini? Jawabanya ada yang benar, ada juga yang salah. Lalu saya baca-baca buku tentang sholat, lalu saya baca-baca buku tentang islam. Oiya bukunya saya beli diluar Grame***. Dengan alasan, saya mau beli buku anti-mainstream etdah.

Bukan, bukan. Saya tidak beli buku Islam Liberal atau Islam Nusantara yang anti-mainstream.

Dari buku-buku yang saya beli, banyak banget anjuran untuk mempercepat menikah. Tapi lebih banyak lagi dosanya pacaran. So, I decided to marry.

---

Alhamdulillah part I, ketika meniatkan untuk menikah dengan sungguh-sungguh, banyak banget bantuan. Bantuan non-materil dan materil seperti semen dari keluarga dan teman kerja serta dapat kerja sampingan buat bantu biaya nikah. Alhamdulillah part II, calon istri sangat amat kebangetan ngeringanin saya dalam urusan pernikahan ini.

---

The day, 17 Desember 2016. Akad Nikah dan Resepsi Pernikahan dilakukan pada hari yang sama untuk menghemat pengeluaran. Didampingi 2 orang tua, abang ipar serta paman dari Pekanbaru akhirnya saya resmi jadi suami Asty.


Abaikan muka saya yang sok ganteng. Acaranya khidmad, walaupun yang datang ramai. Setelah acara akad nikah, dilanjutkan dengan ceramah. I love this part. Really love this part. Dari ceramah ini saya tau kalau menikah itu ibadah seumur hidup dan pahala terus mengalir. Salah satu ibadah yang paling dibenci oleh setan karena panjangnya durasi ibadah ini.

---

Lanjut ke acara resepsi, sepertinya yang diundang datang semua. Keluarga dari Jombang, Bandung, Bogor semuanya datang, tetangga jauh, tetangga dekat, teman kerja mami dan babeh. Namun sayangnya temen kerja saya dari Pekanbaru berhalangan hadir.

Ga semua detail saya sebutin ya, kebanyakan. Jadi langsung ke poto-poto aja.

Ini temen kenal dari Ragnarok Online (RO) juga menyempatkan diri untuk datang

Ini poto bersama yang paling bagus yang sudah dipilih-pilih.

---

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Akhir kata, pesan saya, menikahlah. Tentang rejeki, jangan takut sudah ada yang atur bahkan jauh-jauh-jauh sebelum Nabi Adam AS diciptakan. Karena saya yakin:

Sekecil apapun rezeki kita, jika itu memang rezeki kita, mau 100.000 orang yang menghalangi, pasti akan jadi rezeki kita --- Demikian pula dengan sekecil apapun yang bukan rezeki kita, mau 1.000.000 orang yang membantu kita mendapatkannya, pasti tidak akan jadi rezeki kita. Pasti.

Dah gitu aja.
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Sumber : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Sumber : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html

1 comment:

Ninda said...

terharu :') andie umurnya berapa ya *lupa hehe
keren banget kalau udah siap dengan segala konsekuensinya, mandiri dan siap menikah
cucok lah
barakallahu fiik andie




gue berasa tua :D padahal kayaknya baru maren andie masih SMA hehe