Perkenalkan, salah satu tanaman favorit saya, nama panjangnya Kalanchoe Blossfeldiana Variegata. Biasa dikenal dengan nama tanaman cocor bebek. Tanaman ini memegang teguh filosopi mendiang William Shakespeare yang menyebutkan apalah arti sebuah nama. Dengan begitu, bisa diperkirakan bahwa tanaman ini lahir setelah tahun 1564 setelah si mendiang lahir.
Bisa kita simpulkan, bahwa si cocor bebek ini belum ada sejak jaman dinosaurus.
---
Kembali ke topik permasalahan, tanaman ini merupakan salah satu favorit saya. Daunnya 3 warna, berdiri lurus, dan gampang sekali ngerawatnya.
![]() |
| Posisi tidak menentukan kasta. |
Dengan nawaitu yang tinggi untuk membudidayakan tanaman ini, saya melipir ke Google untuk mencari pencerahan. Ternyata, selain jadi tanaman hias, tanaman cocor bebek ini juga merupakan tanaman herbal yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit-penyakit ringan seperti batuk, diabetes, dan keseleo. Siapa sangka tanaman cantik ini ternyata bisa beralih profesi menjadi tanaman herbal ketika popularitas di dunia tanaman hias meredup. Mungkin ini salah satu alasan, kenapa tanaman ini bisa berumur panjang, yaitu mampu beradaptasi.
Balik ke cara membudidayakan tanaman ini, yaitu ada 2 cara, yaitu stek batang dan stek daun. Kalau stek batang, rasanya mudah, tinggal potek batang yang ada akar terus ditusuk ke tanah. Seketika akar akan lahir dari bawah batang yang dipotek tadi.
![]() |
| Stek daun Cocor Bebek |
Untuk stek daun, saya belum pernah ngelakuinnya. Logika non-ilmuwan saya berpikir, "apa bisa akar tumbuh dari bawah daun?". Ternyata...... bisa! Awalnya saya sangsi bahwa stek daun ini akan berhasil. Maka dari itu, saya potek daun yang udah menguning atau gosong dari tanaman utama, kemudian saya tanam di pot yang berisi tanah bukan dengan amal kebajikan ya.
Setelah seminggu, dari 4 daun yang saya tanam, 2 telah gugur tanpa akar sama sekali. Berbeda dengan 2 daun lain, masih tegap berdiri dengan gegap gempita dengan akar-akar kecil yang tumbuh.
Setelah 2 minggu, daunnya tetap hidup dan telah mengeluarkan akar serabut banyak sekali. Cuma lupa saya potoin. Jadi si daun ini tinggal menunggu waktu saja untuk mengeluarkan batang baru dari tanah. Cihui!
---
Untuk perawatan cocor bebek ini sangat mudah. Tidak perlu sering-sering di siram dan diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari. Cuma ga saya jemur kayak anak SMA yang cabut jam pelajaran ya. Tanamannya saya letak di teras yang menghadap ke arah Timur.
Untuk membudidaya tanaman ini bisa dengan 2 cara seperti pada paragraf diatas. Stek batang lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan stek daun. Kalau yang stek daun, saya cukup siram 1 kali sehari dengan air kira-kira 50 - 75 ml.
Jadi tanaman paporit apa yang teman miliki di teras?



