Komputer pertama yang saya miliki yaitu komputer Pentium 2 dengan Operating System (OS) Windows 98 di Tahun 2000. Waktu itu dibeliin oleh ayah saya. Monitor tabungnya masih diletak di atas casing PC, ala-ala kasir mini market gitu. Waktu itu isinya aplikasi kasir full game, seperti Doom, Dangerous Dave, dan Prince of Persia.
Hingga tahun 2008, yang saya tau OS itu cuma Microsoft Windows. Waktu SMA, saya mulai tau OS lainnya seperti Ubuntu. Terima kasih buat anak kuliahan yang dulu datang ke sekolah dengan pamerin Ubuntu lengkap dengan 3D Compiz-nya.
Mulai saat itu, saya tau kalau Windows itu ternyata berbayar dan Windows yang selama ini saya pakai yaitu bajakan.
Saking seringnya saya pakai aplikasi bajakan, menggunakan aplikasi crack itu sudah lumrah, udah ga kayak dosa lagi. Bahkan dulu aplikasi-aplikasi crack itu dijual dalam bentuk DVD dan dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah. Rasa-nya dulu beli DVD aplikasi itu udah beli aplikasi original
---
Tahun 2019 ini, saya hijrah dari Microsoft Windows setelah lebih dari 18 tahun bersama, mulai dari Windows 98, Windows XP, Windows Vista, Windows 7 sampai Windows 8.1. Bukan karena saya ga suka produk Microsoft Windows, tapi karena 'too broke to Microsoft'. I can't afford the price for now.
Dihitung-hitung, aplikasi
- Microsoft Windows 8.1, harga sekitar 2 juta
- Microsoft Office 2013, harga sekitar 1,4 juta
- Adobe Photoshop CS6, harga 11 juta
- Adobe Ilustrator, harga 6,2 juta (untuk 1 tahun versi CC)
---
Kepindahan saya ke open source dengan pertimbangan kerjaan saya yang ga butuh-butuh amat aplikasi berbayar selain OS. Untuk keperluan ngoding PHP, saya cuma perlu web server, database server, text editor dan browser. Semua aplikasi tersebut sama, semuanya gratis.
Emang berat awalnya pindah OS, saya juga. Terasa kikuk, yang dulu pakai Photoshop, sekarang pakai GIMP. Dulu pakai Microsoft Office, sekarang pakai LibreOffice. Dulu nginstall printer gampang bener, sekarang susah bener ga bisa-bisa.
Tapi 1 hal yang paling dasar, yang ga bisa dibohongin yaitu, saya nyaman sekali pakai aplikasi original. Jadi ga ada keraguan lagi, penghasilan yang didapat halal atau tidak. Karena emang pembajakan ini sama saja dengan "mencuri" hak pemilik aplikasi. Apalagi saya, sebagai pengembang aplikasi tau rasanya aplikasi yang udah dibuat dengan susah payah, digunakan secara illegal.
Saya juga belum full hijrah ke aplikasi original, di komputer kantor masih pakai Windows bajakan karena kantor tempat saya bekerja belum menghargai hak-hak pembuat aplikasi. Tapi minimal, laptop saya udah pakai aplikasi original. Ya, minimal udah ada kemajuan untuk hijrah dari aplikasi bajakan.
Sekian, terima hibah windos dan offis aseli.
Sumber foto: Dangerous Dave | Elementary OS

