Setelah blogwalking beberapa tulisan teman kemarin, saya baru sadar kalau kemarin adalah 17 Agustus. Kelamaan dirumah dan pola tidur yang agak kacau, sukses bikin saya lupa tanggal. Walaupun emang jarang banget saya nulis yang lagi trend pada waktu menulis.
Bisa lihat diblog ini, ga pernah ada cerita covid atau virus corona, Olimpiade Tokyo 2020, FIFA World Cup 2018, atau yang sedang viral-viral. Ga tau kenapa ya, makanya blog ini ya begitu-begitu aja dari dulu.
Sebagai anak IT yang suka dengan teknologi baru, saya sangat menjunjung tinggi nilai paling tradisional dalam menulis blog yaitu sebagai catatan harian. Duh bahasa saya udah kayak Professor Charles Xavier.
---
Akhirnya saya vaksin juga. Setelah menunggu beberapa minggu karena stok vaksin di Pekanbaru habis. Jadi ketersediaan stok diprioritaskan untuk vaksin kedua. Berbeda dengan di Jakarta dan mungkin beberapa kota lainnya, pendaftaran vaksin di Pekanbaru menggunakan cara yang paling tradisional yang ada di muka bumi ini.
Yaitu dengan cara mendatangi RSUD pagi-pagi buta, kalau ada stok maka bisa vaksin. Kalau tidak, cek lagi esok harinya.
![]() |
| Sertifikat yang tidak bisa digadai |
Pengalaman saya saat vaksin ini, jarumnya tipis banget sehingga ga berasa saat disuntik. Beda dengan jarum suntik untuk donor darah. Setelah vaksin juga saya ga ngerasa ada apa-apa.
Nah efeknya baru saya alami setelah H+3 vaksin, dimana mata ngantuk bener. Lebih ke perih sih, jadi lebih nyaman dipejamin. Kalau napsu makan normal, demam meriang juga ngga. Alhamdulillah.
---
Oiya, sertifikat vaksin saya salah nama dan tanggal lahir. Walaupun, jadi Priandy dipikir-pikir juga keren sih. Tapi nama sesuai KTP sepertinya lebih bijak. Untuk tanggal lahir ntah kenapa bisa salah. Apa karena muka saya seperti kelahiran 1975? Udah saya urus melalui email, cuma sampai saat ini belum ada perubahan.
Jadi, teman-teman udah vaksin belum?
