July 27, 2013

Kamera 3 - Lomography Fisheye 1 Rob Ryan

Yak, kembali me-review kamera lagi setelah ada waktu sengang dan film-film udah di proses baru-baru ini..

---

Kali ini, gue akan kembali review Lomography Fisheye 1 Rob Ryan Edition. World's First Compact Fisheye Camera. Lumayan langka, didistibusikan oleh Urban Outfitters bersama Watermelon Edition. Kameranya seperti ini :


Spesifikasi bisa dilihat di Microsite Lomography, jadi ga bakal ngomongin teknisnya disini.

---

Jadi, kamera ini udah jadi inceran lama gue. Dari pertama kali suka Lomography, kamera kedua yang selalu gue pengen beli itu Fisheye. Cuma, berhubung suka kamera yang rare atau limited edition gitu, dan yang paling suka itu cuma Rob Ryan dan Watermelon Edition yang dikeluarin Urban Outfitters. Cuma udah ga diproduksi lagi :'(

Tapi beruntung kemarin ini dapat yang mint condition, lengkap dus dan segala kitab panduan kamera ini dengan harga yang "ga limited edition", jadi langsung beli!

---

Sebelum punya Fisheye 1, dulu-dulu gue pernah megang Fisheye 2. Nah feel-nya sih hampir sama. Di Fisheye 1 ga ada Multiple Exposure dan viewfinder biasa bukan fisheye viewfinder seperti di Fisheye 2. Tapi kadang malah viewfinder di Fisheye 2 itu bikin bete karna nonjol sendiri diatas kamera, haha.

Kesan pertama kali liat dan pegang kamera ini, imut dan simple!


Simple-nya, bener-bener cuma "Don't think and shoot!". Di kamera ini cuma ada satu tombol yaitu tombol shutter hahaha. Jadi selama cuaca cerah, tinggal tekan tombol shutter deh.

Dan karena Fisheye 1 ini ga dilengkapi dengan fisheye viewfinder seperti di Fisheye 2, dan bentuknya kecil banget kayak ga ada gunanya, dan juga kalo ngintip lebih besar lensa-nya daripada objek foto, lebih baik ga usah dipake. Jadi motretnya pake perpaduan hati nurani dan instinct liar.


Ini dia viewfinder yang ga ada gunanya.

Selanjutnya, kamera ini dilengkapi flash dan sepertinya juga ga ada gunanya. Jadi lebih mending ga usah dipake juga. Oh iya, kamera ini bisa berfungsi tanpa battery yaa! Battery dipake cuma buat flash.


Perhatian juga, jika mau ngegulung film menggunakan winder diatas flash itu, harus hati-hatiiiiii banget kalo ga mau tuas winder-nya itu patah karena terbuat dari plastik atau kara.


Ini dia lensa fisheye yang bisa menangkap 170 derajat objek katanya. Dan pemakaiannya harus hati-hati terutama jari, lenscap, dan orang disamping harus agak jauh dari kamera kalo ga mau ikut masuk dalam frame foto. Lensa-nya plastik jadi rawan banget kalo tergores apalagi kalo jamuran ga bisa dibersihin :'(


Nah untuk Fisheye edisi ini, ada tulisan di belakang kamera yang bertuliskan :
"Such magic is this reassure  and cheer you on this, your great journey. " - Rob Ryan
Buat yang belum tau Rob Ryan itu siapa, langsung meluncur ke portfolio-nya. Karya dia identik seperti stiker didepan kamera ini.



Diatas adalah lenscap karet yang disediakan buat kamera ini. Hati-hati juga selain bisa masuk dalam frame foto kita, lenscap ini juga rentan putus dan ga bisa disambung lagi karena terbuat dari karet.

---

Karena ke-simple-an-nya kamera ini jadi tidak ada pengaturan ASA, maka lebih baik jangan menggunakan film yang kadaluarsanya lebih dari 10 tahun, bisa-bisa fotonya item semua.

Dan mari kita langsung melihat hasil dari kamera ajaib ini. Film pertama yang dimasukkan adalah film slide Fujichrome Tungsten T64 Professional (Expired 2010) yang di-expose pada April-Mei 2013 kemarin.


Bentuk film-nya seperti ini dan hasilnya seperti ini :

Samudera 02 - Pulau Condong, Bandar Lampung

Melawan Matahari - Pulau Condong, Bandar Lampung

Bebatuan - Pulau Condong, Bandar Lampung

Kita dan Pasir Putih - Pasir Putih, Bandar Lampung

Hasil test kedua menggunakan film color negative, Kodak Portra 400VC Expired 2006, yang di expose pada Mei 2013.


Diatas adalah film / canister yang digunakan, dan hasilnya :

Jembatan Biru Bulat - Pekanbaru

Mal Pekanbaru - Pekanbaru

Ospek - Pekanbaru

Starcity - Pekanbaru

Rumah - Pekanbaru

---

Jadi, setelah melihat beberapa keterangan diatas, ada beberapa point penting yang bisa diambil, yaitu :

  • Kalau mau motret, hati-hati lenscap, jari dan orang disekitar tidak berada dekat kamera untuk menghindari masuknya objek tidak diinginkan kedalam foto.
  • Tidak ada Multiple Exposure dan Fisheye Viewfinder seperti kakaknya Fisheye 2.
  • Compact dan simple.
  • Lenscap rentan putus.
  • Lensa super material plastik.
  • Viewfinder dan flash yang seperti tidak ada guna.
  • Tuas rewind rantan patah.
  • Ga pake battery.
Walaupun hasilnya ga se-"Fisheye" kamera Fisheye 2, hasil kamera ini sangat memuaskan. Dan yang terakhir, kamera ini sangat worth buat koleksi atau digunakan sehari-hari! YEAH!! Kalau ada pertanyaan apapun tentang kamera ini silahkan tinggalkan uang receh sebagai tumbal dan sepucuk komentar.

---

Kalau mau lihat foto diatas dalam ukuran besar bisa langsung lihat flickr >> Buytank -  Fisheye Set.

Terus kalau mau ngebandingin hasil Fisheye 1 dan Fisheye 2, bisa langsung lihat set Fisheye 2 di flickr ini >> Buytank - Fisheye 2 Set.

Semua foto kamera Fisheye diatas menggunakan Nikon D90 dengan lensa Yashica ML 50mm 1.9c.


9 comments:

papillonique said...
This comment has been removed by the author.
Andie said...

aaaaa... kemarin diliatin di dropbox lohhhh huaaaa

HB Seven said...

wah pake pilem ya..he.he.. kembali ke masa lalu dunk..he.h.

papillonique said...
This comment has been removed by the author.
Andie said...

pantesaann huaaaaaaak
T.T

*toyor mesra sekaligur kelimaksss!!*

.PoetZ. said...

EH semacam merasa punya kamera sejenis itu deh =__=
tapi ga inget lagi ditarok dimana hahahahaha

BlogsOf Hariyanto said...

ternyata dijaman serba digital ini,,,masih ada juga kamera yang menggunakan film....keren luarbiasa :-)

yanuar catur said...

Mantep juga yah kalo pake kamera ginian, belum pernah nyoba

vina devina said...

keren banget tuh kameranya