April 15, 2011

Klastic Pekanbaru!



Klastic Pekanbaru di Tribun Pekanbaru tanggal 8 April, halaman 25! muka gue, nomer 4 dari kiri. jangan hiraukan muka polos gue!



MENGGUNAKAN kamera yang masih menggunakan rol film mungkin tak lagi dilirik oleh masyarakat. Bahkan ada yang beranggapan sudah ketinggalan jaman alias jadul. Tapi tidak begitu dengan sekumpulan anak muda Pekanbaru yang tergabung dalam Kaskus Plastic and Toy Camera Community (Klastic) Pekanbaru.

Bagi mereka hobi fotografi tak hanya bisa disalurkan dengan menggunakan kamera pocket digital ataupun DSLR yang kini menjadi tren. Hobi ini terasa lebih menyenangkan dan unik dengan menggunakan kamera plastik dan mainan. "Dengan kamera LOMO, plastik dan mainan kini malah jadi lebih seru. Hasil fotonya itu tidak bisa ditebak, lebih unik," ujar Ketua Klastic Pekanbaru, Jeri Prasetyo.

Klastic merupakan komunitas yang terbentuk melalui sebuah forum internet di Indonesia, Kaskus. Didirikan oleh para pecinta dan pengguna kamera plastik dan toy camera, Klastic menjadi wadah saling bertukar informasi, pengetahuan, tips dan trik, berbagi galeri foto, hingga jual beli kamera dan film.

Jeri menjelaskan, di masyarakat mungkin yang lebih familiar adalah lomografi atau kamera lomo. Namun sebenarnya kamera LOMO ada yang bisa dan ada pula yang tidak bisa disebut toycam dan kamera plastik. Begitu juga sebaliknya, untuk beberapa tipe kamera plastik dan toycam ada yang termasuk kategori lomo dan ada yang tidak.

Lebih jelasnya Jeri menuturkan lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi, fotografi menggunakan sebuah kamera khusus yang disebut dengan kamera Lomo. LOMO adalah singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation) merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St Petersburg, Rusia.

"Jadi LOMO itu sebenarnya brand, tidak semua kamera plastik dan toycam termasuk LOMO dan begitu sebaliknya," jelas dia.

Riandy menambahkan, ringkasnya kamera yang digunakan adalah kamera yang termasuk dalam lo-fi camera atau kamera dengan teknologi rendah. Masih menggunakan media film dan teknologinya masih manual. Kamera ini biasanya mempunyai bentuk yang lucu-lucu dan warna warni. Terlihat seperti mainan tetapi bisa digunakan untuk memotret.

"Lebih seru aja. Bobotnya lebih ringan dan bahan dari plastik. Kalau jatuh tidak terlalu khawatir. Dengan kamera ini jadi lebih bisa bereksperimen, mengabadi setiap hal dalam keseharian dengan hasil yang unik," tutur Riandy.


jadilah, nama gue disebutin di akhir cerita wakakaka

No comments: